Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ini Peran 7 Tersangka Penipuan dan Pemalsuan Data PT WanaArtha Life

Siti Yona Hukmana • 03 Agustus 2022 19:30
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pemalsuan data pemegang polis PT WanaArtha Life. Para tersangka punya peran masing-masing dalam perkara ini.
 
"Saudara YY selaku eks Direktur Utama (Dirut) PT WanaArtha Life, berperan menandatangani laporan keuangan periode 2014-2020 dan mengabaikan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), sehingga terjadi tindak pidana," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Agustus 2022. 
 
YY dikenakan Pasal 74 ayat 1 dan Pasal 75 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Kedua, tersangka DH selaku mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT WanaArtha Life. Perannya sama dengan tersangka YY. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DH dijerat Pasal 74 ayat 1 dan Pasal 75 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian," ungkap Nurul.
 
Ketiga, tersangka YM selaku Manager Produk Wal Invest. Keterlibatannya melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. 
 
"Dikenakan Pasal 74 ayat 1 dan 2, Pasal 75, dan Pasal 78 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian," ujar Nurul. 
 

Baca: Penipuan dan Pemalsuan Data PT Wanaartha Life, 7 Orang Jadi Tersangka


Keempat, tersangka TK selaku Head Accounting. Perannya meneruskan perintah dari tersangka MA untuk mengurangi data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan kepada tersangka YM dan menyediakan data palsu kepada KAP. 
 
"Dikenakan Pasal 74 ayat 1 dan 2, Pasal 75, dan Pasal 78 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian," ucap Nurul. 
 
Kelima, tersangka MA selaku Pemegang Saham mewakili PT Facend Consolidated companies dan PKWT ahli investasi. Ia menyuruh melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan serta penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT (perusahaan) dan atau premi nasabah. 
 
MA dikenakan Pasal 74 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 75, Pasal 78, Pasal 76 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, Pasal 374 KHUP dan Pasal 3, 4, 5 Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 
 
Keenam, tersangka EL selaku Komisaris Utama dan Pemegang Saham mewakili PT Facend Consolidated Companies. Keterlibatannya melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah. EL dijerat Pasal 76 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian dan Pasal 374 KUHP serta Pasal 3, 4, dan 5 Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. 
 
"(Ketujuh), saudari RF selaku Head Divisi Marketing dan Eks Wadir Investasi, keterlibatan ikut menikmati penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah," ucap Nurul. 
 
RF dijerat Pasal 74 ayat 1 dan ayat 2, Pasal 75, Pasal 78, Pasal 76 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, Pasal 374 KHUP dan Pasal 3, 4, 5 Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. 
 
WanaArtha Life dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan penipuan dan penggelapan pada 18 Maret 2022. Laporan teregistrasi dengan nomor: R/LI/51/III/RES.1.24/2022/Dittipideksus.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif