Pemeriksaan Novanto setelah Kecelakaan Aneh

Damar Iradat 26 April 2018 21:42 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Pemeriksaan Novanto setelah Kecelakaan Aneh
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan.
Jakarta: Permintaan dokter Bimanesh Sutarjo agar mantan Ketua DPR Setya Novanto diperiksa dokter spesialis jantung setelah kecelakaan mobil dinilai aneh. Pasien kecelakaan biasanya diperiksa dokter spesialis ahli bedah.

"Tidak lazim, harusnya dokter bedah kemudian dilihat lukanya dilihat kalau patah tulang dokter ortopedi yang periksa," kata dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Mohammad Toyibi saat bersaksi untuk terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 26 April 2018. 

Toyibi adalah dokter spesialis jantung. Namun, ia diminta oleh Bimanesh Sutarjo untuk memeriksa keadaan Novanto. 


Baca: Fredrich Minta Surat Rawat Novanto

Pada 16 November 2017 malam, Toyibi mengaku dihubungi oleh salah satu perawat untuk memeriksa Novanto. Menurut dia, Novanto memiliki riwayat pemasangan pen.

Keesokan harinya, saat berada di RS, Toyibi tak langsung memeriksa mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Pasalnya, permintaannya hanya untuk mengevaluasi jantung pasien.

"Ini aneh pasien kecelakaan panggil saya. Tapi, saya memahami dipanggil karena dipasang pen," jelas dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id