Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Polisi Akan Gali Keterangan Saksi di Lantai 6 Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 06 Oktober 2020 02:34
Jakarta: Tim gabungan Polri terus mengusut pelaku pembakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Saksi yang berada di sumber kebakaran, yakni lantai 6 Gedung Kejagung, akan diperiksa penyidik.
 
"Hari ini penyidik membuat konsep pertanyaan guna pendalaman pemeriksaan kepada orang-orang yang berada di lantai 6, (di) aula Biro Kepegawaian (gedung Kejagung), sebagai bentuk tindak lanjut analisis dan evaluasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Awi mengatakan penyidik gabungan juga akan memeriksa lima saksi ahli. Terdiri atas ahli dari rumah sakit gigi dan mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI Angkatan Laut (AL), ahli kebakaran, ahli dari Kementerian Kesehatan, serta ahli asam deoksiribonukleat (DNA) dan ahli digital forensik dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi juga akan mengecek keadaan lift di Gedung Kejagung bersama PT Mitsubishi Electric, pembuat lift tersebut. Pengecekan lift guna mengambil DNA dan sidik jari seseorang yang menempel pada tombol lift bagian dalam.
 
Baca: Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung Segera Diumumkan
 
Tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan bersama Jaksa Agung muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung telah melakukan ekspose pada Kamis, 1 Oktober 2020. Gelar perkara itu untuk menganalisis hasil penyidikan.
 
Polisi delapan kali mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti disita, berupa kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, dan potongan-potongan kayu sisa pembakaran.
 
Petugas juga menemukan beberapa botol plastik berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng bekas lem, dan instalasi alat terminal kontak. Minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service juga disita.
 
Dari olah TKP dan pemeriksaan saksi, kasus kebakaran Kejagung diduga terdapat unsur pidana. Polisi berjanji menangkap pelaku yang diduga menyebabkan kerugian hingga Rp1,2 triliun imbas kebakaran ini.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif