Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Amnesty Internasional Nilai Penangkapan Petinggi KAMI Ancam Kebebasan Berekspresi

Nasional hoax kabar hoaks Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Media Indonesia • 14 Oktober 2020 06:19
Jakarta: Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai kebebasan berekspresi di Tanah Air terancam merosot. Hal ini menyusul penangkapan pimpinan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
 
“Penangkapan ini dilakukan untuk menyebar ketakutan di antara mereka yang mengkritik pengesahan Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja," ujar Usman di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Usman menilai penangkapan sebagai upaya mengintimidasi oposisi dan pihak-pihak yang mengkritik rezim yang sedang berkuasa. Apalagi beberapa dari yang ditangkap dituding melangar Undang-Undang ITE.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Negara harus menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap mereka yang mengkritik dan memastikan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia bagi siapa saja, termasuk pihak oposisi," tegas dia.
 
Penangkapan justru membuat Presiden Joko Widodo melanggar janji melindungi hak asasi manusia. Usman meminta pihak berwenang segera membebaskan aktivis yang ditangkap.
 
"Harus dibebaskan karena yang dijerat hanya karena mempraktikkan kebebasan berbicara, dengan tanpa syarat," ujar Usman.
 
Sebelummya, polisi menangkap delapan aktivis KAMI. Mereka diduga menyebarkan hoaks soal omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptkaer).
 
(Baca: Kuasa Hukum Pertanyakan Bukti Hoaks Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan)
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif