Jakarta: Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menyebut penunjukan Kabareskrim tidak boleh diintervensi pihak eksternal termasuk partai politik. Kabareskrim ditunjuk oleh Kapolri berdasarkan kemampuan dan prestasi.
Abdul mengatakan proses pemilihan Kabareskrim berbeda dengan penunjukan Kapolri yang sedikit banyak bernuansa politis. Dia menilai Kapolri terpilih paling tidak memenuhi aspirasi partai presiden berasal.
“Sedangkan Bareskrim adalah lembaga teknis dan Kabareskrim jabatan karier,” kata Abdul di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Dia meminta para politikus tak mengotak-atik internal kepolisian. Apalagi, mengintervensi Polri dalam pemilihan Kabareskrim.
“Jabatan Kabareskrim itu jabatan karier teknis kepolisian khususnya pada fungsi sebagai penegak hukum, penyelidik, dan penyidik,” kata dia.
Abdul berharap sosok Kabareskrim terpilih berkompeten dan mampu membawa Bareskrim menjadi lebih baik. “Oleh karena itu orang yang akan didudukan pada jabatan itu yang memenuhi syarat kapabilitas dan skill di bidang penanganan perkara,” kata dia.
DPR memberikan dukungan politik kepada Kapolri Jenderal Idham Azias dengan tak mencampuri pemilihan Kabareskrim. Pemilihan Kabareskrim mesti mengarah kepada sosok yang membuat soliditas Polri tetap terjaga dan tak memunculkan matahari kembar.
Jakarta: Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menyebut penunjukan Kabareskrim tidak boleh diintervensi pihak eksternal termasuk partai politik. Kabareskrim ditunjuk oleh Kapolri berdasarkan
kemampuan dan prestasi.
Abdul mengatakan proses pemilihan Kabareskrim berbeda dengan penunjukan Kapolri yang sedikit banyak bernuansa politis. Dia menilai Kapolri terpilih paling tidak memenuhi aspirasi partai presiden berasal.
“Sedangkan Bareskrim adalah lembaga teknis dan Kabareskrim jabatan karier,” kata Abdul di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Dia meminta para politikus tak mengotak-atik internal kepolisian. Apalagi, mengintervensi Polri dalam pemilihan Kabareskrim.
“Jabatan Kabareskrim itu jabatan karier teknis kepolisian khususnya pada fungsi sebagai penegak hukum, penyelidik, dan penyidik,” kata dia.
Abdul berharap sosok Kabareskrim terpilih berkompeten dan mampu membawa Bareskrim menjadi lebih baik. “Oleh karena itu orang yang akan didudukan pada jabatan itu yang memenuhi syarat kapabilitas dan skill di bidang penanganan perkara,” kata dia.
DPR memberikan dukungan politik kepada Kapolri Jenderal Idham Azias dengan
tak mencampuri pemilihan Kabareskrim. Pemilihan Kabareskrim mesti mengarah kepada sosok yang membuat soliditas Polri tetap terjaga dan tak memunculkan matahari kembar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)