Mayjen (Purn) Kivlan Zen memenuhi panggilan polisi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Mayjen (Purn) Kivlan Zen memenuhi panggilan polisi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kivlan Zen Diperiksa Sebagai Saksi Eggi Sudjana

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 16 Mei 2019 12:00
Jakarta: Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Ia memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi tersangka makar Eggi Sudjana.
 
"Sebagai saksi kasusnya laporannya Bang Eggi Sudjana," kata kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni, di Polda Metro Jaya, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Pitra menyebut kliennya akan selalu mematuhi panggilan kepolisian. Pemeriksaan sebagai terlapor di Bareskrim Polri maupun sebagai saksi di Polda Metro Jaya bakal diladeni. "Pak Kivlan selalu kooperatif, selalu menghormati proses hukum. Enggak ada masalah," sebut Pitra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai perlu ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
"Dalam penyidikan harus ada surat perintah penangkapan," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.
 
Baca: Video Viral Diduga Rapat Makar Didalami
 
Eggi juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB, penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP junctoPasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia terancam penjara seumur hidup.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif