Terdakwa kasus suap DOKA 2018 dan kasus penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang, Irwandi Yusuf. Foto: Dhemas Reviyanto.
Terdakwa kasus suap DOKA 2018 dan kasus penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang, Irwandi Yusuf. Foto: Dhemas Reviyanto.

'Tangan Kanan' Irwandi Yusuf jadi Buronan KPK

Nasional kasus korupsi OTT Gubernur Aceh
Kautsar Widya Prabowo • 26 Desember 2018 22:24
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka Izil Azhar dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Izil merupakan 'tangan kanan' atau orang kepercayaan Gubernur nonaktif Sumatera Utara (Sumut) Irwandi Yusuf.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengakui pihaknya telah melakukan langkah persuasif untuk meminta tersangka menyerahkan diri. Upaya tersebut bisa meringankan proses hukum Izil.

"KPK akan mengirimkan surat kepada Kepala Kepolisian RI untuk meminta bantuan pencarian atas nama DPO untuk ditangkap dan diserahkan ke KPK," ujar Febri dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Kata Febri, penetapan Izil sebagai DPO merupakan bagian dari proses hukum. Pasalnya, korupsi yang menyeret Izil dalam pembangunan proyek Dermaga Sabang pada 2006-2011 merugikan masyarakat Aceh. "Dana otonomi khusus yang semestinya dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh dan juga dana pembangunan infrastruktur di Aceh(dikorupsi)," bebernya.

Baca juga: KPK Buru 'Tangan Kanan' Irwandi Yusuf

Sepanjang penyidikan, Izil sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan, baik sebagai tersangka maupun saksi. Febri menegaskan, penyidik tak segan menyeret Izil dari lokasi persembunyiannya.

Dalam kasus ini, Izil ditetapkan sebagai tersangka bersama Irwandi Yusuf. Izil bersama Irwandi diduga menerima gratifikasi atas pembangunan Dermaga Sabang sebesar Rp32 miliar.

Berbeda dengan Izil, berkas Irwandi justru sudah masuk ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Irwandi didakwa menerima uang suap sebesar Rp1,05 miliar dalam kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. 

Selain itu, Irwandi juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp41,1 miliar terkait jabatannya sebagai gubernur dua periode terpisah di Serambi Makkah tersebut. Irwandi adalah Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi