Hakim PN Jaksel Jadi Tersangka Suap

Juven Martua Sitompul 29 November 2018 01:08 WIB
OTT KPK
Hakim PN Jaksel Jadi Tersangka Suap
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) bersama Petugas KPK memperlihatkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan yang di lakukan oleh KPK, di Jakarta, Rabu (28/11). Foto: MI/Mohamad Irfan
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Iswahyu Widodo (IW) dan Irwan (I) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara perdata di PN Jaksel.

Selain kedua hakim itu, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lain. Mereka di antaranya panitera pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, seorang advokat Arif Fitrawan, dan satu pihak swasta Martin P Silitonga.

"Diduga, pemberian suap kepada hakim agar mempengaruhi putusan terhadap perkara perdata di PN Jaksel," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 28 November 2018.


Alexander mengatakan, total uang suap yang diamankan dari lokasi operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak SGD47 ribu. Uang itu diberikan Arif kepada hakim melalui Muhammad Ramadhan.

Atas perbuatannya, Irwan, Iswahyu dan Muhammad Ramadhan selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf c dan/atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Beberapa Hakim PN Jaksel Tak Ngantor Usai OTT

Sementara Arif Fitrawan dan Martin P Silitonga selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 13 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id