Tanah hingga <i>Speedboat</i> Zainudin Hasan Disita
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan memasuki Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (ZH). Aset yang disita diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Aset itu antara lain satu rumah toko (ruko) di Bandar Lampung dan sembilan bidang tanah senilai Rp7,1 miliar. Tanah itu terdiri dari tiga bidang tanah di Desa Campang, lima bidang tanah di Desa Munjuk Sampurna, dan 1 bidang tanah di Desa Ketapang.

Penyidik juga menyita tiga kendaraan darat dan air milik Zainudin. Kendaraan itu meliputi satu motor Harley Davidson, satu mobil Toyota Velfire, serta satu speedboat.


"Seluruh aset tersebut diduga milik Zainudin yang diatasnamakan keluarga," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

Selama proses penyidikan dugaan TPPU Zainudin, kata Febri, KPK telah memeriksa sedikitnya 23 saksi. Saksi itu terdiri dari unsur anggota DPRD Lampung, kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Selatan, serta Plt kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Baca: Zainudin Hasan Diduga Terima Fee Rp56 Miliar

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan dan kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan juga diperiksa. Pengurus Baznas Kabupaten Lampung Selatan, PNS Badan Kopri Lampung, pihak swasta, dan notaris PPAT pun diusut.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus TPPU. Dia diduga menerima uang dari anggota DPRD Lampung dari Fraksi PAN Agus Bhakti Nugroho, yang bersumber dari proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan senilai Rp57 miliar. 

Uang itu diterima Zainudin dalam rentan waktu 2016 sampai 2018. Uang itu bagian fee-nya Zainudin dari nilai proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id