Nurul Ghufron memastikan penyidik tengah mendalami pihak pemberi/Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Medcom.id/Candra Yuri
Nurul Ghufron memastikan penyidik tengah mendalami pihak pemberi/Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron/Medcom.id/Candra Yuri

Dugaan Pejabat Penitip Calon Mahasiswa di Unila Didalami

Candra Yuri Nuralam • 04 Desember 2022 07:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kabar banyak pejabat menitipkan calon mahasiswa masuk Universitas Lampung (Unila) didalami. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan anggota DPR fraksi PDIP Utut Adianto dikabarkan terlibat.
 
"Pihak-pihak (seperti) Utut, Zulhas dan lain-lain sebagaimana disebutkan juga menitipkan dan kemudian juga memberikan, ini semua sedang, oleh KPK akan didalami," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam telekonferensi yang dikutip pada Minggu, 4 Desember 2022.
 
Dia mengatakan pejabat yang disebut Rektor Unila Karomani memberikan uang untuk menitipkan calon mahasiswa itu sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. KPK masih mencari bukti tambahan untuk menguatkan 'nyanyian' Karomani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya, pembuktian itu, dari seseorang menyampaikan sesuatu itu, baru menjadi keterangan dan informasi saja," ujar Ghufron.
 

Baca: KPK Periksa 4 Saksi Dalami Rasuah di Unila


KPK tidak bisa memproses orang hanya karena keterangan salah satu pihak. Korps Antirasuah bakal memproses hukum siapa pun jika ditemukan bukti ikut menyuap dalam penerimaan mahasiswa baru di Unila.
 
"Kecuali kemudian didukung oleh alat bukti, dengan saksi yang lain ataupun dengan pembuktian alat bukti yang lain, baru kemudian menjadi fakta hukum. Itu yang akan dikembangakan KPK," ucap Ghufron.
 
Karomani mengaku berkomunikasi langsung dengan sejumlah orang tua calon mahasiswa baru (maba) yang meminta bantuannya untuk diterima di perguruan tinggi negeri tertua di Lampung itu.
 
Dalam sidang perkara kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru untuk terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 30 November 2022, Karomani menyebutkan sejumlah tokoh yang menitipkan anak maupun saudara mereka kepadanya untuk diterima sebagai mahasiswa Unila.
 
Nama-nama calon mahasiswa titipan itu adalah NZ dari Anggota DPR Utut Adianto, AQ NP dari Thomas Rizka, KDA dari Tamanuri, SNA dari Polda Joko, NA dari Sulpakar, RAR dari Bupati Lampung Tengah, FA dari Pendekar Banten, ZA dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, ZAP dari terdakwa Andi Desfiandi, R dari Anggota DPR Khadafi), PR dari Keluarga Banten, FS dari Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.
 
Kemudian ada calon mahasiswa berinisial M titipan dari Asep Sukohar, AC titipan Alzier Dianis Thabranie, NA titipan Sulaiman, NT titipan Dr. Z, RBM titipan pemilik saham RS Urip Sumoharjo, AF titipan Mahfud Suroso, M titipan Budi Sutomo, MZ titipan Budi Sutomo, CPM, dan R.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif