Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polri Siap Tunggu Kasus Brigadir J Dibuka Terang di Persidangan

Siti Yona Hukmana • 29 September 2022 02:03
Jakarta: Sebanyak 12 tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J serta kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice segera diadili. Polri siap menunggu kasus insiden berdarah itu terbuka di persidangan.
 
"Komitmen dari Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) untuk segera menuntaskan kasus ini, dan dibuka apa adanya (di persidangan)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 September 2022.
 
Berkas perkara ke-12 tersangka telah dilimpahkan beberapa waktu lalu. Berkas itu dinyatakan lengkap atau P-21 pada Rabu sore, 28 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi dari Kejaksaan Agung juga disampaikan juga akan segera melaksanakan untuk menggelar persidangan, yang tentunya akan dikomunikasikan dengan pihak pengadilan," ungkap Dedi.
 
Dedi mengatakan penyidik Bareskrim Polri bakal menyerahkan tangung jawab ke-12 tersangka ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 3 Oktober 2022. Tempat penyerahan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
 

Baca: Biar Enggak Kabur, Putri Candrawathi Dilarang Bepergian ke Luar Negeri


Dedi mengatakan Mabes Polri mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Agung yang telah meneliti berkas perkara dan menyatakan lengkap. Dia menyebut kerja sama penyidik dan jaksa peneliti sudah luar biasa.
 
"Kemudian ini merupakan bentuk komitmen Bapak Kapolri bahwa dibentuknya tim khusus (timsus) sudah memerintahkan kasus ini segera dituntaskan apa adanya," kata Dedi.
 
Sebanyak 12 tersangka itu terbagi dua kelompok. Yakni kelompok tersangka pembunuhan berencana Brigadir J dan kelompok obstruction of justice. 
 
Kelompok tersangka pembunuhan berencana Brigadir J:
  1. Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri
  2. Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo
  3. Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, mantan ajudan Ferdy Sambo
  4. Bripka Ricky Rizal, mantan ajudan Ferdy Sambo
  5. Kuat Ma'ruf, asisten rumah tangga sekaligus sopir Putri Candrawathi
Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
Kelompok tersangka obstruction of justice
  1. Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri
  2. Kombes Agus Nur Patria, mantan Kaden A Ropaminal Divisi Propam Polri
  3. Kompol Chuk Putranto, mantan Ps Kasubbagaudit Baggak Etika Powabprof Divisi Propam Polri
  4. Kompol Baiquni Wibowo, mantan Ps Kasubbagriksa Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri
  5. Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Karopaminal Propam Polri
  6. AKBP Arif Rahman Arifin, mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri
  7. AKP Irfan Widyanto, mantan Kasub Unit I Sub Direktorat III Dittipidum Bareskrim Polri.

Ketujuh tersangka dijerat Pasal 32 jo Pasal 33 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 subsider Pasal 221 dan 223 KUHP. 
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif