Sidang gugatan Deolipa Yumara di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri
Sidang gugatan Deolipa Yumara di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri

Enggak Main-main, PN Jaksel Panggil Kabareskrim dengan Peringatan Terkait Gugatan Deolipa

Fachri Audhia Hafiez • 21 September 2022 15:48
Jakarta: Pihak Kabareskim Polri Komjen Agus Andrianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak hadir dalam sidang gugatan yang dilayangkan mantan pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Deolipa Yumara. Ini merupakan pemanggilan sidang kedua yang tak dihadiri.
 
"Jadi untuk tergugat III, ternyata sudah dilakukan pemanggilan, karena ini merupakan panggilan kedua," kata Ketua Majelis Hakim Siti Hamidah saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu, 21 September 2022.
 
Para tergugat yang hadir hanya dari pihak Bharada E. Lalu, dari pengacara baru Bharada E, Ronny Berty Talapessy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Persidangan tersebut mesti ditunda karena tergugat yang hadir tidak lengkap. Majelis hakim memberi kesempatan pemanggilan kembali pihak Kabareskrim dan Kapolri dengan status peringatan.
 
"Jadi untuk tergugat III akan dilakukan pemanggilan satu kali lagi dengan peringatan," ujar Hamidah.
 

Baca: Curhatan Bharada E dan Keluarga, Terganggu Gugatan Deolipa


Persidangan akan dilanjutkan pada Rabu, 28 September 2022. Bila tergugat III tidak hadir lagi, maka dianggap tak menggunakan haknya dalam perkara perdata tersebut.
 
"Apabila panggilan besok untuk sidang yang akan datang tidak hadir, maka akan ditinggal, dan dianggap tidak menggunakan haknya untuk membela kepentingannya di pengadilan tingkat pertama ini," tegas Hamidah.
 
Deolipa dan eks pengacara Bharada E lainnya, M Burhanuddin, menggugat sejumlah pihak termasuk mantan kliennya sendiri, Bharada E. Keduanya juga menggugat Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, dan pengacara baru Bharada E, Ronny Berty Talapessy.
 
Pada petitumnya, Deolipa meminta majelis hakim menyatakan surat pencabutan kuasa atas Bharada E pada 10 Agustus 2022 batal demi hukum. Deolipa tidak menjadi pengacara Bharada E usai pencabutan tersebut.
 
Deolipa juga meminta pencabutan kuasa oleh Bharada E serta Kapolri dan Kabareskim dinyatakan sebagai itikad jahat dan melawan hukum. Dia juga meminta tergugat untuk membayar Rp15 miliar sebagai fee karena telah mendampingi Bharada E.
 
"Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee pengacara kepada para penggugat sebesar Rp15 miliar," bunyi petitum gugatan dikutip dari laman SIPP PN Jaksel.
 
Selain itu, Burhanuddin dan Deolipa meminta majelis hakim menyatakan keduanya adalah penasihat hukum Bharada E yang sah. Lalu, mempunyai hak untuk melakukan pembelaan kepada Bharada E sampai pada persidangan.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif