Bimanesh Sebut Novanto Memang Perlu Dirawat Pascakecelakaan
Dokter Bimanesh Sutarjo/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) dokter Bimanesh Sutarjo menilai Setya Novanto perlu dirawat selepas kecelakaan di kawasan Permata Hijau, akhir 2017. Tensi Novanto saat itu dinilai berisiko.

Saat itu, Bimanesh sempat mengecek tensi mantan Ketua DPR itu dan menunjukan angka mencapai 160/90.

"Menurut saya perlu, itu hipertensi berat. Seperti yang saya pelajari kalau di atas 160/90 bisa keruskaan organ," ungkap Bimanesh saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.


Bimanesh khawatir jika dibiarkan kondisi Novanto justru memburuk. Kondisi Novanto berisiko stroke, buta, serangan jantunr, dan gagal ginjal.

Baca: Bimanesh Merasa Dijebak Fredrich

Ia lantas memberi Novanto obat penghilang rasa nyeri dan infus. Menurut dia, tekanan darah sangat dipengaruhi kondisi emosional.

Bimanesh sempat berkomunikasi dengan Novanto. Ia menanyakan riwayat dan kondisi mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Saya taya riwayatnya penyakitnya, hipertensi pemasangan ring dan diabetes. Kata dia 'Pusing dok, sempoyongan'," beber Bimanesh.

Baca: Bimanesh Bantah Perintahkan Perawat Perban Novanto

Namun, Bimanesh mengaku ada keganjilan ketika melihat Novanto dibawa ke ruang perawatan Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Selama 38 tahun, ia tidak pernah melihat pasien dibawa satpam, sopir ambulans, dan ajudan pribadi.

"Dibawa tergesa-gesa, mukanya dibebat kayak pakai jilbab. Karena pakai selimut, jadi terlihat tebal," tutur Bimanesh.

Dokter Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el karena memanipulasi data medis Novanto untuk menghindari pemeriksaan KPK pada November 2017.

Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(OJE)