Ilustrasi kedelai. AFP
Ilustrasi kedelai. AFP

Satgas Pangan Polri Awasi Potensi Penimbunan Kedelai

Nasional harga kedelai Tempe
Siti Yona Hukmana • 13 Januari 2021 03:58
Jakarta: Satuan tugas (Satgas) Pangan Polri memantau dugaan penimbunan terhadap kedelai di Indonesia. Polri berupaya menulusuri potensi permainan stok sehingga harga kedelai melambung tinggi di pasaran.
 
"Sampai saat ini, Satgas Pangan Polri masih melakukan pemantauan terhadap kemungkinan-kemungkinan dan mengantisipasi terhadap kemungkinan penimbunan-penimbunan kedelai," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Satgas pangan telah melakukan pemantauan ke sejumlah gudang importir pada Selasa, 5 Januari 2021. Polisi belum menemukan penyimpangan yang menyebabkan kelangkaan kedelai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ini Dia Penyebab Harga Kedelai Melambung
 
Polisi telah mengetahui penyebab kelangkaan kedelai di pasaran dari keterangan petugas gudang importir. Harga disebut melambung akibat kenaikan harga di negara asal dan kapal pengangkut kedelai sangat jarang singgah ke Indonesia periode Oktober-Desember 2020.   
 
"Sehingga menggunakan angkutan tujuan Singapura dan sering terjadinya delay dikarenakan menunggu waktu dalam connecting ke Indonesia. Sehingga keterlambatan antara dua sampai tiga minggu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Rabu, 6 Januari 2021
 
Harga kedelai mengalami kenaikan pada awal Januari 2021. Kisaran harganya mencapai Rp9.000 dari semula sekitar Rp7.000 per kg.
 
Kenaikan harga kedelai dinilai membebani pengusaha. Sejumlah pengrajin tahu tempe pun mogok produksi selama tiga hari. Akibatnya, pasokan tahu dan tempe menghilang di pasaran selama 1-3 Januari 2021.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif