Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Ini Dia Penyebab Harga Kedelai Melambung

Ekonomi Kementerian Perdagangan harga kedelai M.Lutfi
Annisa ayu artanti • 11 Januari 2021 12:40
Jakarta: Menteri Perdagangan M Lutfi angkat bicara terkait penyebab melonjaknya harga kacang kedelai di dalam negeri. Ia menjelaskan sebanyak 90 persen kacang kedelai yang ada di Indonesia merupakan impor, dan barang impor sangat dipengaruhi oleh kondisi global.
 
"Nah yang terjadi saat ini adalah tingginya permintaan dunia terhadap kacang kedelai dan terganggunya cuaca maupun keadaan ekonomi dunia," kata Lutfi dalam Konferensi Pers Trade Outlook 2021 secara virtual, Senin, 11 Januari 2021.
 
Saat ini harga kacang kedelai sekitar USD13 per bushel. Harga tersebut merupakan harga tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lutfi menjelaskan kenaikan harga tersebut terjadi karena beberapa faktor. Pertama, gangguan cuaca di Amerika latin yakni el nino di Brasil dan Argentina, serta aksi pemogokan yang terjadi di Argentina. Sebelumnya, perdagangan kacang kedelai terganggu karena Argentina mengalami pemogokan di sektor distribusi dan saat ini di pelabuhan.
 
"Ini permasalahan logistik dan suplai," ucapnya.
 
Kemudian, Lutfi melanjutkan lonjakan harga kedelai dalam negeri juga disebabkan oleh permintaan global yang juga meningkat. Salah satu negara yang mengalami lonjakan permintaan kacang kedelai adalah Tiongkok.
 
Sejak merebaknya flu babi di Negeri Tirai Bambu pada 2019-2020, peternak babi memusnahkan seluruh babi di Tiongkok. Kemudian mereka mulai melakukan kegiatan ternak babi hari ini dangan lebih mengatur makanan dan nutrisi yang ketat. Akibatnya, kebutuhan kacang kedelai di Tiongkok hampir dua kali lipat.
 
"Jadi hari ini mereka memulai ternak babi lagi sebanyak 470 juta, yang tadinya feed-nya makanannya tidak diatur, hari ini diatur. Karena makanannya diatur ternak babi ini hampir double meningkatkan dua kali lipat (permintaan) kedelai dari Tiongkok ke Amerika. Dari 15 juta biasanya permintaan Tiongkok, menjadi 28 juta permintaan," paparnya.
 
"Ini menyebabkan harga yang tinggi," tutupnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif