Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penjebakan PSK Wewenang Polisi

Nasional prostitusi prostitusi online
Siti Yona Hukmana • 06 Februari 2020 12:49
Jakarta: Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menggerebek seorang pekerja seks komersial (PKS) di sebuah hotel berbintang di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 26 Januari 2020. Tindakan tersebut dinilai salah aturan karena kewenangan penggerebekan ada di penegak hukum.
 
"Warga biasa enggak berwenang, yang berwenang polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Andre yang tak memiliki status penegak hukum otomatis tidak berwenang menggerebek pelaku kriminal. Walaupun dia seorang anggota DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjebakan PSK Wewenang Polisi
Politikus Gerindra Andre Rosiade. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
 
Andre mengakui menjebak seorang PSK di Kota Padang yang beberapa waktu lalu ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Kota Padang. Dia berdalih upaya tersebut bagian dari strategi pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Padang.
 
"Saya perlu jelaskan bahwa betul penjebakan itu, tapi dilakukan bekerja sama dengan kepolisian Kota Padang. Jadi bukan tindakan pribadi saya," kata Andre saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Belakangan PSK berinisial NN yang tertangkap itu buka suara. Dia mengaku keberatan karena sesaat sebelum dilakukan penangkapan, dia sempat 'melayani' orang suruhan Andre untuk menjebaknya.
 
Aksi Andre ini menuai kritikan pedas dari Komnas Perempuan. Andre dinilai telah memanipulasi perempuan dengan memperlakukan layaknya barang kejahatan. Apalagi, pria yang sengaja menjebak dan sempat memakai jasa PSK tersebut tak ikut ditangkap kepolisian.
 
"Kasus ini kan mirip yang dialami Vanessa dan perempuan jadi korban. Dia dimanipulasi. Dia tidak diberi pilihan membela diri. Apakah perempuan yang dijebak itu barang seperti narkoba?" kata Komisioner Komnas Perempuan Mariana, saat dihubungi, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif