Ferdinand Hutahaean. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ferdinand Hutahaean. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Menghitung Vonis, Hukuman Penjara Ferdinand Hutahaean Tersisa 2 Bulan

Nasional media sosial vonis hakim ujaran kebencian hoax Ferdinand Hutahaean
Fachri Audhia Hafiez • 19 April 2022 20:08
Jakarta: Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean divonis lima bulan penjara terkait kasus perbuatan onar di media sosial (medsos). Namun, Ferdinand bakal menjalani hukuman kurang dari dua bulan lantaran vonis tersebut dipotong masa tahanan.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) Andri Saputra mengatakan Ferdinand ditahan sejak 10 Januari 2022. Singkat atau tidaknya masa pidana yang akan dijalani oleh Ferdinand belum bisa dipastikan.
 
"Kalau dihitung lima bulannya, (selesai) Juni (2022) ya. Cuma kan sekarang putusannya belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah," kata Andri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andri mengatakan jaksa serta terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sikap menerima atau banding terhadap putusan tersebut akan disampaikan dalam sepekan ke depan.
 
Dia tak memungkiri bahwa Ferdinand akan bebas lebih cepat. Dengan catatan, semua pihak telah menerima putusan tersebut.
 
"Kalau seandainya diterima oleh terdakwa dan kita pun penuntut umum sudah mempelajari sesuai, berarti kan lima bulan tentunya Juni sudah keluar," ujar Andri.
 
Baca: Hakim: Ferdinand Hutahaean Bikin Resah
 
Sementara, Ferdinand mengaku menghormati putusan tersebut. Namun, dia bakal mempelajari putusan tersebut bersama tim penasihat hukum sebelum menyatakan sikap.
 
"Saya diskusi dengan para pembela sayaa menyatakan kita akan pikir-pikir dulu, saya menghormati putusan hakim," ujar Ferdinand.
 
Ferdinand terbukti melakukan tindak pidana terkait perbuatan onar di media sosial (medsos). Dia menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat.
 
Dia menyebar delapan tweet yang menjadi bukti dia duduk di kursi pesakitan. Puncak dari seluruh unggahan Ferdinand melalui akun Twitter-nya yakni, menyebut 'Allahmu lemah'.
 
"Terdakwa menyatakan 'kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, dia lah pembelaku selalu dan Allah-ku tak perlu di bela'," tulis tweet Ferdinand.
 
Ferdinand divonis hukuman pidana selama lima bulan bui. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta Ferdinand dihukum tujuh bulan penjara.
 
Ferdinand terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana sebagaimana dakwaan pertama primer.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif