Eks Dirjen Hubla Menghadapi Vonis
Tonny Budiono/MI/Ramdani
Jakarta: Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono menghadapi vonis hakim, Kamis, 17 Mei 2018. Tonny didakwa menerima suap dari sejumlah pihak.

Tonny menjadi pesakitan setelah tertangkap tangan oleh KPK pada 23 Agustus 2017. Ia kedapatan menerima uang dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

Baca: Suap Eks Dirjen Hubla, Adi Putra Mengaku Dibantu Saat Lelang


Tonny didakwa menerima suap Rp2,3 miliar dari Adi Putra. Uang itu ia terima secara bertahap melalui kartu ATM pemberian Adi Putra.

Tonny juga didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah pihak senilai Rp19,6 miliar. Fulus itu diterima dalam bentuk sejumlah mata uang, mulai rupiah hingga dolar Amerika Serikat.

Dituntut 7 Tahun Penjara

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Tonny tujuh tahun penjara. Ia dinilai bersalah telah menerima suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan," kata Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 April 2018.

Pertimbangan memberatkan ialah perbuatan Tonny tidak mendukung program pemerintah menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.  Sedangkan hal yang meringankan ialah Tonny bersikap kooperatif dan berterus terang selama proses persidangan. Ia juga menyesali perbuatannya.

"Terdakwa juga belum pernah dipidana," ucap jaksa.

Dalam tuntutan, Jaksa KPK mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan Tonny.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360