Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: MI/Mohamad Irfan
Sekjen PPP Arsul Sani. Foto: MI/Mohamad Irfan

PPP Merasa Tercoreng Akibat Kasus Habil

Nasional kasus makar
Arga sumantri • 12 Juni 2019 14:08
Jakarta: Habil Marati disebut telah membuat citra buruk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lantaran diduga jadi penyandang dana rencana pembunuhan empat pejabat negara. Habil kini telah menjadi tersangka dan ditangkap polisi.
 
"Jangan kan kasus hukum, kasus moral katakanlah saja misalnya dengan wanita saja itu pasti akan mencoreng partai," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Namun, Arsul mengajak publik tak buru-buru menghakimi Habil. Biar pengadilan yang memutuskan, sejauh mana peran Habil dalam pusaran kasus rencana pembunuhan empat pejabat negara tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu kita harapkan juga proses peradilan nanti yang bisa menjawab," ujarnya.
 
Baca juga: PPP Siap Beri Bantuan Hukum untuk Habil Marati
 
Arsul berharap Habil bisa membuka tabir kasus yang membelitnya di pengadilan nanti. Hal ini demi membuat benderang kasus dugaan rencana pembuhunan pejabat negara itu.
 
"Dalam proses peradilan itu, apa ada peran dia (Habil), kalau ada itu seperti apa," ungkapnya.
 
Sejauh ini, PPP belum memutuskan sikap terkait nasib Habil di partai. Arsul mengatakan, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai menyebutkan, pemberhentian kader yang terlibat kasus tertentu seperti terorisme, narkoba, dan korupsi, menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
 
"Nanti kita lihat dulu juga dakwaannya apa, ada terorisme apa tidak, atau pidana umum biasa, meskipun itu makar," ujarnya.
 
Habil Marati disebut sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Ia menyerahkan uang Rp60 juta kepada para calon eksekutor. Namanya disebut dalam investigasi Majalah Tempo yang berjudul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' yang terbit pada Senin, 10 Juni 2019.
 
Baca juga: Chairawan: Tim Mawar Sudah Bubar
 
Habil kini telah ditangkap polisi. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan Habil Marati berperan sebagai pemberi uang kepada Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.
 
Merujuk laporan Tempo, Kivlan memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disebut untuk menembak mati Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif