Kuasa hukum Eggi Sudjana Azham Khan menunjukkan surat yang ditulis Eggi. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Kuasa hukum Eggi Sudjana Azham Khan menunjukkan surat yang ditulis Eggi. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

Tak Boleh Dibesuk, Eggi Sudjana Bersurat ke Kuasa Hukum

Nasional kasus makar Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 22 Mei 2019 15:37
Jakarta: Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana mempertanyakan hasil rekapitulasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 kepada kuasa hukumnya melalui sepucuk surat. Eggi sengaja bersurat lantaran tidak diizinkan dibesuk oleh siapa pun.
 
"Katanya siaga 1, jadi sementara sampai Sabtu, 25 Mei 2019 belum boleh menjenguk,"kata Kuasa Hukum Eggi Azham Khan sambil membacakan surat di Polda Metro Jaya, Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Pak Eggi menitipkan surat dari petugas ke kami, isinya bagaimana kita 02 menang tidak?," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain bersurat, Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu meminta tolong kepada kuasa hukumnya untuk mengajukan surat penangguhan dari Prabowo Subianto kepada penyidik. 'Mohon penangguhan tahanan dari Pak Prabowo dimasukkan' mengutip surat Eggi.
 
"Kami belum menerima surat penangguhan tahan kota dari Pak Prabowo. Tapi, saya langsung berkomunikasi dengan Ketua BPN Djoko Santoso, Anggota Dewan Pengarah BPN Amien Rais dan Toto Utomo Budi Santoso (adik Djoko Santoso)," ucap Azham.
 
Baca juga:Pemerintah Batasi Fitur Media Sosial
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinilai ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
"Dalam penyidikan harus ada surat perintah penangkapan," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak bisa menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.
 
Pada Selasa, 14 Mei 2019, pukul 23.00 WIB, Eggi resmi ditahan. Ia dimasukkan ke dalam Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia terancam penjara seumur hidup.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif