Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolri: 3 Anggota Perintahkan 11 Personel Tembakkan Gas Air Mata

Siti Yona Hukmana • 06 Oktober 2022 22:20
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada 11 personel menembakkan gas air mata saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Belasan personel itu diperintahkan oleh dua perwira polisi dan seorang bintara tinggi.
 
"Atasan yang memerintahkan penembakan sebanyak tiga personel AKP H, AKP US, dan Aiptu BP. Personel yang menembakkan gas air mata di dalam stadion ada 11 personel," kata Listyo dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Listyo menuturkan sebelum menembakkan gas air mata, anggota yang melakukan pengamanan melihat penonton mulai memasuki lapangan usai laga antara Arema dengan Persebaya. Kekalahan Arema dalam pertandingan itu disebut Listyo memicu tindakan suporter untuk memasuki lapangan pertandingan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, baru lah ditembakan gas air mata. Menurut jenderal bintang empat itu, tembakan gas air mata dilakukan dengan motif mencegah para penonton sepak bola turun dari tribun menuju ke lapangan bola.
 
Dia menyebut gas air mata ditembakkan ke tribun selatan sebanyak tujuh tembakan. Lalu, tribun utara satu tembakan, dan tiga tembakan gas air mata ke lapangan. Tembakan gas air mata itu yang kemudian menimbulkan kepanikan para penonton yang berada di tribun.

Baca: Ini Alasan Polisi Tetapkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan


Mereka keperihan dan berusaha meninggalkan arena. Namun, saat berusaha meninggalkan stadion mengalami kendala ketika akan keluar melalui pintu-pintu yang tersedia.
 
"Penonton yang kemudian berusaha untuk keluar khususnya di pintu 3, 11, 12, 13, dan 14 sedikit mengalami kendala karena ada aturan, di tribun ada 14 pintu, seharusnya 5 menit sebelum pertandingan berakhir, maka seluruh pintu harusnya dibuka. Namun saat itu pintu dibuka namun tidak sepenuhnya," jelas Kapolri.
 
Sebanyak enam orang ditetapkan tersangka dalam insiden maut itu. Para tersangka itu tiga sipil dan tiga anggota polisi.
 
Berikut daftar tersangka:
  1. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita
  2. Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang, Abdul Haris
  3. Kabag Ops Polres Malang, Kompol Wahyu Setyo Pranoto
  4. Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi
  5. Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur, AKP Hasdarman
  6. Sekuriti Steward, Suko Sutrisno

Tiga warga sipil dijerat Pasal 359 dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat (1) jo Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
 
Sedangkan, tiga anggota polisi dijerat Pasal 359 dan atau Pasal 360 KUHP. Berikut rincian kedua pasal tersebut;

Baca: 2 Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Naik Pangkat 


Pasal 359 KUHP
"Barangsiapa karena salahnya menyebabkan matinya orang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun".
 
Pasal 360 KUHP
"Barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang luka berat, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun. Pasal 360 KUHP juga mengatur soal luka berat atau luka yang menyebabkan jatuh sakit atau terhalang pekerjaan sehari-hari.

 
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu pecah usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Dalam pertandingan ini, Arema kalah dengan skor 3-2 dari Persebaya Surabaya.
 
Akibat peristiwa itu, 131 orang meninggal dunia. Rata-rata mereka meregang nyawa karena sesak napas karena terpapar gas air mata. Lalu, 29 orang luka berat, luka sedang 30 orang, dan luka ringan 406 orang.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif