Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Asisten Imam Nahrawi Divonis Empat Tahun Penjara

Nasional koni Kasus Suap Imam Nahrawi
Fachri Audhia Hafiez • 15 Juni 2020 20:31
Jakarta: Asisten pribadi eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Ia juga dikenakan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
"Menyatakan terdakwa Miftahul Ulum telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan beberapa tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata ketua majelis hakim Ni Made Susani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 15 Juni 2020.
 
Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta Ulum dihukum sembilan tahun bui. Terdakwa kasus suap dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu juga dituntut denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dalam menentukan putusan tersebut. Hal yang memberatkan: Ulum tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
 
Hal meringankan yakni Ulum berlaku sopan, menyesali kesalahan serta perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. Selain itu, dia masih memiliki tanggungan tanggungan keluarga.
 
"Uang terdakwa menikmati sebagian kecil. Bahwa terdakwa di persidangan juga sudah meminta maaf," ujar hakim.
 
Miftahul Ulum terbukti menerima Rp11,5 miliar dari Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy. Suap itu untuk mempercepat persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora.
 
Pengajuan dana itu termuat dalam proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Kasus ini juga terkait proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi-event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Baca: Asisten Imam Nahrawi Menghadapi Vonis
 
Miftahul terbukti melanggar Pasal 12 huruf a junctoPasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Miftahul juga terbukti menerima gratifikasi Rp8,648 miliar dari berbagai sumber. Dalam perkara gratifikasi, Miftahul terbukti melanggar Pasal 12B ayat (1) junctoPasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif