Selebgram Rachel Vennya (kiri). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Selebgram Rachel Vennya (kiri). Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Dipastikan Pungli, MAKI Desak Polri Usut Kasus Karantina Rachel Vennya

Nasional polri Kasus Suap Pungli Rachel Vennya karantina Rachel Vennya Kabur Rachel Vennya Tersangka Kabur Karantina
Siti Yona Hukmana • 21 Desember 2021 17:14
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak Polri mengusut kasus dugaan suap dan pungutan liar (pungli) selebgram Rachel Vennya yang terjadi saat menghindari kewajiban karantina kesehatan usai kembali dari luar negeri beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menyatakan ada pungli dari kasus tersebut.
 
"Saya kira Pak Mahfud dengan menyatakan di depan publik itu pungli, ya sudah cukup, saya anggap seperti rekomendasi (untuk diusut) kan gitu," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Desember 2021.
 
Boyamin mengadukan dugaan suap dan pungli Rachel Vennya ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) di bawah Kemenko Polhukam. Pengaduan itu disampaikan lewat surel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Boyamin, Mahfud telah merespons aduan tersebut meski tidak bertemu langsung. Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu menyatakan secara terbuka ada pungli dalam kasus Rachel Vennya saat Rapat Kerja (Raker) Saber Pungli beberapa waktu lalu.
 
"Artinya itu kan sudah cukup, dari situ lah saya minta pada teman-teman kepolisian untuk menindaklanjuti, karena dari Pak Menteri saja sudah mengatakan seperti itu," ujar Boyamin.
 
Baca: Bukti Dugaan Suap Rachel Vennya Diserahkan ke Dittipikor Bareskrim Polri
 
Boyamin menyambangi Bareskrim Polri untuk menyerahkan bukti-bukti dugaan suap dan pungli Rachel Vennya. Bukti itu didapat dari seseorang berdasarkan hasil persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.
 
Bukti itu berupa nama lengkap dua oknum yang diduga menerima suap, yakni Ovelina dan Kania. Nomor rekening transaksi keluar masuk uang suap tersebut, hingga alamat tempat tinggal kedua penerima suap.
 
Boyamin meminta penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri mengusut bukti-bukti tersebut. Hal itu berguna memastikan dugaan suap yang terbongkar dalam persidangan.
 
"Makanya, saya serahkan buktinya dengan kalimat dugaan-dugaan bahwa saya meyakini ini ada dugaan pungli dan suap, karena uang dari Rachel kepada Ovelina itu, kemudian yang Rp30 juta kepada Kania," ungkap Boyamin.
 
Ovelina adalah petugas Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan, Kania merupakan anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 khusus karantina di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Boyamin, keduanya berperan membebaskan Rachel Vennya dari kewajiban karantina.
 
Pembebasan Rachel Vennya dari karantina kesehatan dilakukan dengan menggunakan trik mengaku sebagai anak DPR. Kemudian, berdalih ke Wisma Atlet Pademangan dan hotel.
 
"Jadi proses itu lah kemudian kalau tanpa peran oknum ini yang aparatur negara maka tidak akan lolos dan uang itu kemudian yang masuk ke Kania itu atas peran oknum ini. Jadi pura-pura nitip lah kira-kira itu dugaannya. Jadi jelas kalau ini saya yakini ada dugaan pungli dan suap, maka saya laporkan ke Bareskrim," tutur Boyamin.
 
Laporan Boyamin ke Bareskrim Polri terdaftar dengan model laporan informasi (LI) pada Kamis, 16 Desember 2021. Model laporan itu dinilai tak berbeda dengan laporan polisi (LP). Laporan dilayangkan ke Bareskrim Polri agar ada atensi langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif