Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy

Bukti Dugaan Suap Rachel Vennya Diserahkan ke Dittipikor Bareskrim Polri

Nasional polri Kasus Suap Pungli Rachel Vennya karantina Rachel Vennya Kabur Rachel Vennya Tersangka Kabur Karantina
Siti Yona Hukmana • 21 Desember 2021 16:13
Jakarta: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyambangi Bareskrim Polri, Jakarta. Dia menyerahkan barang bukti dugaan suap dan pungutan liar (pungli) selebgram Rachel Vennya saat menghindari kewajiban karantina kesehatan usai kembali dari luar negeri beberapa waktu lalu.
 
"Saya ke sini dalam rangka menindaklanjuti itu dengan menyerahkan barang bukti, yaitu berkas-berkas yang saya peroleh dari proses pengadilan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang," kata Boyamin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Desember 2021.
 
Boyamin membeberkan bukti itu berupa berkas-berkas dan nomor rekening. Kemudian, nama lengkap dua oknum yang menerima suap dari Rachel Vennya beserta alamat tempat tinggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau nama lengkap dan nomor rekeningnya ada, itu kan gampang buka di bank dan saya ada semuanya itu, dari proses-proses, nama lengkap, dan nomor rekeningnya," ucap Boyamin.
 
Boyamin mengatakan barang bukti diperoleh dari seseorang berdasarkan hasil persidangan. Menurut dia, bukti dugaan suap itu belum tentu benar. Dia menyerahkan ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri untuk menyelidiki.
 
"Makanya, saya serahkan buktinya dengan kalimat dugaan-dugaan bahwa saya meyakini ini ada dugaan pungli dan suap, karena uang dari Rachel kepada Ovelina itu, kemudian Rp30 juta kepada Kania," ungkap Boyamin.
 
Baca: MAKI Tuntut Kelanjutan Kasus Dugaan Suap Rachel Vennya
 
Ovelina adalah petugas Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan, Kania merupakan anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 khusus karantina di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Boyamin, keduanya berperan membebaskan Rachel Vennya dari kewajiban karantina.
 
Menurut Boyamin, pembebasan Rachel Vennya dari karantina kesehatan menggunakan trik mengaku sebagai anak DPR. Kemudian, berdalih ke Wisma Atlet Pademangan dan hotel.
 
"Jadi proses itu kemudian kalau tanpa peran oknum ini yang aparatur negara, tidak akan lolos dan uang yang masuk ke Kania atas peran oknum ini. Jadi, pura-pura nitip, kira-kira itu dugaannya. Jadi, jelas kalau ini saya yakini ada dugaan pungli dan suap, saya laporkan ke Bareskrim," tutur Boyamin.
 
Laporan ke Bareskrim Polri telah diterima dalam bentuk Laporan Informasi (LI) pada Kamis, 16 Desember 2021. Dia memilih melaporkan ke Bareskrim Polri agar ada atensi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
Menurut Boyamin, kasus membebaskan seseorang dari karantina sempat terjadi terhadap seseorang bernama Intan. Intan memberitahu Rachel prosedur agar bisa terbebas dari karantina. Hal itu terbongkar dalam persidangan.
 
"Intan itu juga yang menjemput di Wisma Atlet Pademangan, pakai mobil Intan. Jadi, artinya ini sudah punya pengalaman lah melepaskan diri dari karantina," ucap Boyamin.
 
Dia meminta Dittipikor Bareskrim Polri menindaklanjuti kasus dugaan suap dan pungli tersebut. Boyamin menegaskan tindak pidana telah terjadi meski Ovelina dan Kania telah mengembalikan uang tersebut ke Rachel Vennya.
 
Dia mendesak Polri mengusut dugaan suap tersebut. Pasalnya, dua prajurit TNI Angkatan Udara (AU) berinisial FS dan IG yang terlibat pelanggaran kekarantinaan kesehatan selebgram Rachel Vennya telah ditahan.
 
"Jangan sampai, oknum itu (TNI) diproses di lembaga yang lain, terus ini malah yang swasta tidak diproses, menjadi tidak adil lagi. Maka, karena ini pungli jadi konsentrasi saya," kata Boyamin.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif