Sidang pemeriksaan saksi perkara suap dana hibah Kemenpora ke KONI. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)
Sidang pemeriksaan saksi perkara suap dana hibah Kemenpora ke KONI. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)

Cara KONI Mengajukan Proposal Dipersoalkan

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Fachri Audhia Hafiez • 29 April 2019 15:38
Jakarta: Pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut pihak Komite Olahraga Nasional (KONI) mengajukan proposal kegiatan meski dana dari proposal terdahulu belum sepenuhnya cair. Hal itu dinilai tumpang tindih.
 
Pengajuan itu terkait Proposal Dukungan KONI Pusat Dalam Rangka Pengawasan dan Pendampingan Seleksi Calon Atlet dan Pelatih Atlet Berprestasi Tahun Kegiatan 2018. Sementara, proposal kedua diajukan seiring dengan berjalannya pencairan dana Proposal Bantuan Dana Hibah kepada Kemenpora Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Pengawasan dan Pendampingan Program Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Pada Multi Event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Proposal terkait dana hibah Asian Games dan Asian Para Games saat itu hanya disetujui Rp30 miliar dari total pengajuan Rp51,529 miliar. Proses pencarian dilakukan dua tahap, yakni 70 persen dan 30 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Bidang Sentra Olahraga Pendidikan Kemenpora Adhi Purnomo mengatakan pencairan dana itu baru terlaksana 70 persen atau Rp21 miliar. Dana itu dicairkan oleh Kemenpora pada Juni 2018.
 
Baca juga:KPK Bakal Klarifikasi Aliran Suap ke Menpora Imam
 
"Awal September itu masuk (proposal kedua). Kami diajak bicara dengan Pak Asisten Deputi. Saya bilang bahwa (proposal yang baru) ini tidak bisa dilaksanakan dulu, biarkan saja dulu. Karena (yang) 30 persen (Rp9 miliar) harus dicairkan terlebih dahulu. Nanti tumpang tindih antara," kata Adhi saat bersaksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2019.
 
Adi mengatakan dalam nota kesepahaman (MoU), telah disepakati pengajuan proposal baru dilakukan usai dana diberikan keseluruhan. Selain itu, belum adanya laporan pencairan dana 70 persen turut 'menahan' pencairan dana 30 persen.
 
"Ketika proporsal masuk kedua itu laporan 70 persen belum masuk. Karena syarat pencairan 30 persen minimal 60 persen uang yang diberikan itu harus dilaporkan kembali. Setelah itu 30 persen dicairkan," ujar Adi.
 
Lebih lanjut, Adi mengatakan proposal kedua tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Alasannya, karena waktu pengajuan sudah akhir 2018. Sementara, dana hibah akan dipergunakan untuk 2019.
 
Baca juga:Saksi: Sekjen KONI Beri Rp300 Juta untuk Muktamar NU
 
Pada proposal kedua, KONI mengajukan dana Rp26 miliar. Kemenpora kemudian hanya menyetujui Rp17,971 miliar.
 
"Sesuai dengan fungsinya sebagai pengawas dan pendampingan harus sesuai Perpres 95, jalurnya sebagai pengawas dan pendampingan," ujar Adhi.
 
Dalam perkara ini, Ending Fuad Hamidy beserta Bendahara Umum KONI Johny E Awuy didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Johny dan Fuad diyakini memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu buah handphone merek Samsung Galaxy Note 9. Fuad turut berperan memberikan hadiah kepada Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta berupa uang Rp215 juta.
 
Johny dan Fuad disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif