Sidang kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.
Sidang kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Saksi: Sekjen KONI Beri Rp300 Juta untuk Muktamar NU

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Damar Iradat • 25 April 2019 19:21
Jakarta: Wakil Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Lina Nurhasanah mengaku pernah dititipkan uang Rp300 juta oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy pada 2016. Uang itu untuk kegiatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur (Jatim).
 
Saat itu, Ending akan beranjak ke Surabaya, Jatim, bersama Alfitra Salamm, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Sebelum ke Surabaya, Ending menitipkan uang Rp300 juta ke Lina. Uang Rp 300 juta itu diduga berasal dari dana hibah KONI dari Kemenpora.
 
"Sebelum ke Surabaya (Ending) titip Rp 300 juta, terus Pak Alfitra bilang, minta tolong saya ke Surabaya juga," kata Lina saat bersaksi dalam kasus dana hibah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Ending memintanya untuk mengantarkan uang tersebut ke Surabaya. Setibanya di Surabaya, ia menyerahkan uang Rp300 juta itu ke Ending. "Menurut info Pak Hamidy (uang itu) untuk Muktamar NU," jelas dia.
 
Jaksa lantas mengonfirmasi soal keterkaitan Kemenpora, KONI, dan NU. Namun, Lina mengaku tak mengetahuinya dan hanya menuruti perintah Alfitra.
 
Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat diperiksa oleh penyidik KPK, Lina juga telah menuturkan hal tersebut. Menurut dia, yang menyuruhnya untuk mengantarkan uang adalah Alfitra.
 
Namun begitu, Lina juga tidak mengetahui kepada siapa uang itu akan diserahkan. Yang pasti, menurut dia, Menpora Imam Nahrawi turut hadir dalam Muktamar NU itu.
 
Dalam perkara ini, Ending beserta Bendahara KONI Johnny E Awuy didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Baca: Aspri Menpora Bantah Terima Duit dari KONI
 
Johnny dan Ending diyakini memberikan hadiah berupa satu mobil Toyota Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Mulyana juga turut menerima uang Rp300 juta.
 
Suap juga meliputi satu kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo Rp100 juta dan satu ponsel merek Samsung Galaxy Note 9. Ending juga berperan memberikan hadiah kepada dua pegawai Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta, berupa uang Rp215 juta.
 
Akibat perbuatannya, Ending dan Johnny disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif