Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Bendahara KONI Siapkan Buku Rekening untuk Asisten Menpora

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Damar Iradat • 25 April 2019 19:00
Jakarta: Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Johnny E Awuy sempat menyiapkan kartu ATM dan buku rekening untuk asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Kartu ATM dan buku rekening itu kemudian dititipkan ke Kepala Bagian Keuangan KONI Pusat, Eni.
 
Di persidangan, Eni yang hadir sebagai saksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy dan Johnny mengakui hal itu. Menurut dia, dalam buku rekening itu tercantum nama Ulum.
 
"Saya ditiipi buku tabungan BNI, atas nama Pak Johnny. Di buku tabungan itu ada tulisannya, 'Ulum'," kata Eni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa kemudian mempertanyakan maksud tulisan nama itu dalam buku rekening tersebut. Menurut Eni, tulisan itu untuk mengingatkan buku rekening dan ATM itu akan diberikan kepada Ulum.
 
Eni juga mengaku sempat diperintahkan Johnny untuk menyetorkan uang ke rekening itu sebanyak dua kali. Pertama, Rp30 juta disetor dan kemudian Rp50 juta. "Sesuai perintah Pak Johnny, pernah setor ke rekening itu Rp30 juta dan Rp50 juta," ujar dia.
 
Dalam sidang-sidang sebelumnya, Ulum memang kerap disebut-sebut. Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono, contohnya, mengatakan Miftahul menyuruhnya mencarikan uang.
 
Surat dakwaan juga menyebut Ending sempat berkoordinasi dengan Miftahul untuk menyetujui komitmen fee yang harus diberikan KONI kepada Kemenpora terkait bantuan dana hibah. Setelah keduanya berkoordinasi, besaran komitmen fee untuk pihak Kemenpora disepakati kurang lebih 15 hingga 19 persen dari total nilai bantuan dana hibah yang diterima KONI.
 
Baca: Aspri Menpora Bantah Terima Duit dari KONI
 
Dalam perkara ini, Ending beserta Johnny didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Sogokan itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Johnny dan Ending diyakini memberikan hadiah berupa satu mobil Toyota Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Mulyana juga turut menerima uang Rp300 juta.
 
Suap juga meliputi satu kartu ATM Debit BNI nomor 5371 7606 3014 6404 dengan saldo Rp100 juta dan satu ponsel merek Samsung Galaxy Note 9. Ending juga berperan memberikan hadiah kepada dua pegawai Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta, berupa uang Rp215 juta.
 
Akibat perbuatannya, Ending dan Johnny disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif