Mobil dan Jet Ski Milik Bupati Mojokerto Disita

Juven Martua Sitompul 30 April 2018 19:15 WIB
kpkkasus suap
Mobil dan Jet Ski Milik Bupati Mojokerto Disita
Jetski milik Bupati Mojokerto Mustofa Kamal. Antara/Umarul Faruq
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah kendaraan milik Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP). Diduga, semua kendaraan itu berkaitan dengan kasus gratifikasi yang menjerat orang nomor satu di Mojokerto tersebut.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, ada enam mobil milik Mustofa yang disita yakni, satu unit Toyota Innova, satu unit Toyota Innova Reborn, satu Range Rover Evoque, satu Subaru, satu pikap Daihatsu , dan satu Honda CRV.

"Kemudian dua unit motor, dan lima unit jet ski," kata Laode di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 30 April 2018.


Baca Juga: Bupati Mojokerto Ditahan

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, untuk saat ini semua kendaraan milik Mustofa yang disita dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (rupbasan) Mojokerto. "Untuk mobil, motor dan jet ski dititipkan Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) setempat," kata Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Mustofa sebagai tersangka suap bersama dengan Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastucture, Ockyanto (OKY), dan Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, Onggo Wijaya (OW).

Dalam kasus ini, Mustofa diduga menerima suap dari Ockyanto dan Onggo Wijaya untuk memuluskan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Diduga, total suap yang diterima Mustof mencapai Rp2,7 miliar.

Atas perbuatannya, Mustofa dijerat dengan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Onggo Wijaya dan Ockyanto dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi

Tak hanya suap, Mustofa juga ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi bersama dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto periode 2010-2015 Zainal Abidin (ZAB). Mustofa dan Zainal diduga menerima fee sebesar Rp3,7 miliar atas proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto.

Dalam kasus gratifikasi, Mustofa dan Zainal disangka melanggar Pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id