Tujuh Anggota DPRD Sumut Diperiksa KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah/ANT/Sigid Kurniawan
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan tujuh anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut). Ketujuh legislator daerah itu akan diperiksa terkait kasus penerimaan hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ketujuh wakil rakyat daerah yang dipanggil itu antara lain Yan Sharin, Murni Elieser Verawaty, Dermawan Simbiring, Tahan Panggabean, Tunggul Siagian dan Ajib Shah.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYS (M Yusuf Siregar)," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin, 7 Mei 2018.


Sementara Yusuf akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Enda Mora Lubis (EML).

Baca: Eks DPRD Sumut Dicecar KPK Terkait Suap Gatot Pujo

KPK resmi mengumkan 38 nama Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 sebagai tersangka. Ke-38 anggota legislatif ini ditetapkan sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Gatot diduga meyuap agar laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2012 sampai 2014 dan APBD-P Sumut Tahun 2013 dan 2014 disetujui DPRD.

Pemberian suap juga diberikan demi memuluskan pengesahan APBD Tahun Anggaran 2014-2015 serta menolak penggunaan hak interplasi oleh DPRD Sumut Tahun 2015.

Baca: 15 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang ke KPK

Dari hasil pemeriksaan dan bukti yang didapat penyidik, anggota dewan masing-masing menerima Rp300-350 juta. Uang berasal dari Gatot, selaku Gubernur Sumut saat itu.

Ke-38 anggota DPRD Sumut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya yang  menyeret Gatot sebagai pesakitan. Dalam kasus ini, Gatot sudah dijatuhi vonis 4 tahun dan denda Rp250 juta.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id