Indonesia Membutuhkan Lapas Khusus Napiter
Nuning Kertopati--Mi/Susanto
Jakarta: Pemerintah dianggap perlu segera membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus untuk terpidana terorisme. Sebab, dengan Lapas khusus itu program deradikalisasi untuk para teroris bisa berjalan dengan baik.

"Lapas untuk teroris dibutuhkan untuk deradikalisasi dan memberikan proses pendidikan kepada napiter," kata Pengamat Intelijen Nuning Kertopati kepada Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 12 Mei 2018.

Menurut Nuning, Lapas khusus ini nantinya bukan hanya sebagai tempat penahanan para napiter. Dia berharap dengan Lapas khusus itu, komunikasi antar terpidana terorisme bakal lebih terbatas.


"Itulah sebabnya harus dihindari mereka saling berkomunikasi secara inten satu dan lainnya. Lapas yang terlampau padat juga akan berpengaruh terhadap psikologis napiter sehingga mudah menimbulkan gesekan emosi mereka," ujarnya.



Di sisi lain, Nuning mengatakan pemindahan para napiter ke Nusa Kambangan harus dilakukan dengan konsep yang holistik. Artinya, lanjut dia pemerintah harus sudah menyiapkan program untuk mengubah para teroris menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

"Kita harus juga ketahui embrio terorisme apa, beberapa variable harus diukur apakah faktor ideologi, ekonomi, politik, pendidikan atau mungkin ada yang lain. Jadi ibarat dokter mengobati pasien maka obatnya tepat bila tahu pasti penyakitnya," ujarnya.

Baca: Narapidana Teroris Ditempatkan One Man One Cell di Nusakambangan

Nuning mencontohkan sejumlah program yang dinilainya mampu menekan aksi teror dari simpatisan ISIS atau kelompok radikal lainnya. Salah satunya, membuat aktifitas-aktifitas positif bagi para terpidana terorisme di dalam Lapas.

"Juga media literasi agar bagi mereka yang terkontaminasi melalui dunia maya dapat dihindarkan dari orientasi pemahaman yang salah akan agama sehingga dapat mendorong intoleransi dan radikal," pungkasnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id