Terdakwa kasus penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor Joko Driyono (kiri) menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari satgas antimafia bola di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)
Terdakwa kasus penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor Joko Driyono (kiri) menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari satgas antimafia bola di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

Jokdri Menghadapi Vonis

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Candra Yuri Nuralam • 23 Juli 2019 09:26
Jakarta: Eks Plt Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (Jokdri) akan menghadapi sidang vonis perkara perusakan dan penghilangan barang bukti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berharap majelis hakim menjatuhi hukuman yang setimpal kepada Jokdri.
 
"Harapan saya Jokdri terbukti bersalah," kata JPU Sigit Hendradi saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Sigit menyerahkan seluruh putusan kepada majelis. Dia yakin majelis mempunyai pertimbangan yang matang dalam menghukum Jokdri. "Semua berpulang pada putusan hakim," ucap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jokdri Bantah Merusak Alat Bukti
 
Sidang putusan ini dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB. Jokdri sebelumnya dituntut hukuman dua tahun enam bulan penjara oleh JPU. Tuntutan itu dibacakan pada persidangan, Kamis 4 Juli. 
 
Jokdri dianggap dengan sengaja menghancurkan, merusak, atau menghilangkan barang bukti. Dia diduga melanggar Pasal 235 jo 233 jo 55 ayat (1) ke-1, sebagaimana dakwaan alternatif kedua subsider. 
 
Sementara itu, kuasa hukum Jokdri, Mustofa Abidin telah membantah semua tuntutan JPU. Bahkan, mereka mengeklaim tak ada satu pun fakta persidangan yang menguatkan tuntutan JPU.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif