erdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono dikawal petugas setelah menjalani sidang. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
erdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono dikawal petugas setelah menjalani sidang. (Foto: MI/Mohamad Irfan)

Jokdri Bantah Merusak Alat Bukti

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Faisal Abdalla • 12 Juli 2019 07:25
Jakarta: Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono menegaskan dirinya tak pernah melakukan perbuatan perusakan dan penghilangan barang bukti dalam kasus dugaan pengaturan skor. Dakwaan jaksa menurutnya tidak benar.
 
"Sangkaan dan stigma buruk kepada saya adalah tidak benar. Karena memang sejatinya saya tidak pernah melakukan hal itu. Dan saya sangat berharap, Yang Mulia Majelis Hakim membukakan pintu keadilan buat saya," kata Joko Driyono, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Jokdri menyebut selama memimpin PSSI, dirinya telah membantu kerja Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola bentukan Polri. Ia pun meminta majelis hakim mempertimbangkan hal itu dalam menyusun putusan nanti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menjadi pesakitan, Jokdri mengaku kasus dugaan perusakan barang bukti membuatnya dihakimi masyarakat. Ia tak terima dicap sebagai mafia bola.
 
Baca juga:Joko Driyono Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
 
"Seolah saya lah aktor di balik perkara ini. Dan puncaknya adalah perkara yang menyeret saya ke persidangan ini," jelasnya.
 
Dia kembali membantah semua dakwaan yang disangkakan Jaksa kepadanya. Dia juga menilai selama persidangan, Jaksa tak berhasil membuktikan dirinya bersalah.
 
"Dahsyat, karena sama sekali saya tidak pernah melakukan hal itu. Saya tidak pernah dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang bukti," tandas Jokdri.
 
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Jokdri 2,5 tahun penjara. Jokdri dinilai bersalah melakukan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepakbola.
 
Jokdri dijerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan hingga Pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Dia juga dijerat Pasal 233 KUHP terkait perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP tentang perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan 233 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif