Joko Driyono (Dok. Medcom.id)
Joko Driyono (Dok. Medcom.id)

Joko Driyono Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Rendy Renuki H • 04 Juli 2019 19:43
Jakarta: Terdakwa kasus perusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono, dituntut hukuman dua tahun enam bulan penjara.Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai majelis hakim H. Kartim Haeruddin itu berlangsung Kamis 4 Juni.
 
JPUmenuntut Jokdri dengan hukuman tersebut karena memenuhi unsur dalam Pasal 235 jo 233 jo 55 ayat (1) ke-1, sebagaimana dakwaan alternatif kedua subsider. Di mana terdakwa dianggap sengaja menghancurkan, merusak, atau menghilangkan barang bukti.
 
Seperti diketahui, Jokdri dianggap menjadi otak perusakan dan penghilangan barang bukti di Kantor Komite Disiplin PSSI di Rasuna Office Park, Jakarta, 1 Februari lalu. Padahal, tempat tersebut telah disegel garis kepolisian dan membuat Jokdri sempat menjadi tahanan sementara Polda Metro Jaya selama 20 hari sejak 25 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Dalam tuntutannya, JPU menyatakan dalam persidangan terdakwa mengakui memerintahkan saksi Mardani Mogot yang kemudian bersama saksi Mus Muliadi memasuki areal yang sudah diberi garis polisi untuk mengambil sejumlah barang. JPU juga mengatakan tidak terdapat alasan pemaaf atau alasan pembenar penghapus pidana atas perbuatan terdakwa.
 
"Sementara yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum," kata Jaksa Penuntun Umum Sigit Hendradi.
 
Sementara, usai sidang, anggota tim penasehat hukum terdakwa, Mustofa Abidin optimistis dapat mematahkan dalil tuntutan jaksa terhadap kliennya. Menurutnya, tidak terdapat satupun fakta di persidangan yang memenuhi unsur pasal yang digunakan JPU dalam tuntutanya.
 
"Kami optimis, nanti saat pledoi akan kami paparkan semua argumentasi hukum kami yang akan mematahkan argumentasi JPU," ujarnya.
 
Mustofa menyatakan akan membedah satu per satu unsur dalam pasal 233 KUHP dengan fakta-fakta di persidangan.Ia juga menambahkan, sesuai fakta persidangan, perkara ini sama sekali tidak terkait dengan perkara match fixing di sepak bola, seperti yang sedang disidangkan di PN Banjarnegara.
 
"Nanti akan terlihat jelas bila pasal itu kita sandingkan dengan fakta persidangan. Tunggu saja nanti nota pembelaan dari kami," pungkasnya.
 
Sidang lanjutan Joko Driyono akan dilanjutkan Kamis 11 Juli mendatang dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa dan dari tim penasehat hukum.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif