Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Temuan Ombudsman Soal Idrus Marham Dinilai Keliru

Nasional kpk ombudsman
Juven Martua Sitompul • 27 Juni 2019 19:59
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan pernyataan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menyebut mantan Menteri Sosial Idrus Marham berkeliaran di luar rumah tahanan (Rutan) KPK. Pernyataan Ombudsman dinilai tak berdasar.
 
"KPK menyesalkan adanya penyampaian informasi yang keliru dan terburu-buru dari pihak perwakilan Ombudsman RI sebagaimana disampaikan pada konferensi pers hari ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Ombudsman dalam keterangannya menyebut Idrus berkeliaran di Gedung Citadines sejak pukul 08.30 WIB-16.00 WIB. Lembaga pengawas publik itu juga mengklaim merekam kejadian pukul 12.39 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal pihak Ombudsman menyebutkan bahwa video diambil setelah pukul 12.00 WIB, namun kemudian menyimpulkan sendiri IM (Idrus Marhan) berada di Citadenes (sebelah RS MMC) sejak pukul 08.30 WIB," kata dia.
 
Febri menilai tindakan Ombudsman bisa menimbulkan kesimpulan keliru di masyarakat. Ombudsman mengadakan konferensi pers tanpa mengonfirmasi temuannya kepada KPK.
 
Baca juga: Ombudsman Temukan Malaadministrasi Layanan Rutan KPK
 
Ia menyebut temuan Ombudsman tidak dilengkapi dasar yang jelas. Pihaknya pun meminta Ombudsman menarik dan mengoreksi kesimpulan Idrus berkeliaran di luar Rutan.
 
"KPK meminta Ombudsman melakukan koreksi terhadap kekeliruan penyampaian informasi seperti ini," kata Febri.
 
Febri menceritakan keluarnya Idrus dari Rutan pada Jumat, 21 Juni 2019. Saat itu, Idrus meminta izin berobat ke rumah sakit sesuai ketetapan hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor: 260/Pen.Pid/TPK/2019/PT.DKI.
 
Dalam penetapan itu disebutkan, hakim mengabulkan permohonan dari tim penasihat hukum Idrus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di luar rumah tahanan negara, yaitu ke dokter spesialis gigi Rumah Sakit Metropolitan Centre (MMC) Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019 sampai dengan selesai.
 
"Jadi KPK membawa IM ke RS MMC adalah dalam rangka pelaksanaan penetapan Pengadilan Tinggi DKI, karena penahanan IM yang sudah menjadi terdakwa saat ini berada pada ruang lingkup kewenangan pengadilan," kata Febri.
 
Berdasarkan penetapan PT DKI itu, kata Febri, Idrus kemudian dibawa menuju RS MMC pada pukul 11.06 WIB. Lantaran proses pengobatan belum selesai karena salat Jumat, Idrus selanjutnya dibawa menuju tempat ibadah terdekat.
 
"Kami duga pada saat proses inilah video yang ditayangkan diambil. Dan sebagaimana yang disampaikan KPK sebelumnya, karena akan berangkat menuju tempat salat Jumat maka tahanan tidak diborgol dan tidak menggunakan baju tahanan KPK, namun berada dalam pengawasan ketat oleh bagian pengawalan tahanan," pungkas Febri.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif