Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Sofyan Basir Berharap Bebas

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 04 November 2019 11:31
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Sofyan Basir berharap bisa lepas dari jerat hukum. Hakim segera membakan vonis untuk Sofyan.
 
"(Harapan) yang terbaik, inginnya bebas," kata Sofyan sebelum sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 4 November 2019.
 
Eks Direktur Utama PT PLN itu enggan bicara lebih jauh soal kasusnya. Ia hanya melemparkan senyum kepada jurnalis. Sofyan pun duduk di kursi terdakwa untuk mendengarkan pembacaan amar putusan yang dipimpin ketua majelis hakim Hariono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Sofyan Basir dituntut dihukum lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dinilai terbukti terlibat praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1.
 
Sofyan dinilai melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
 
Sofyan diyakini memfasilitasi pertemuan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo untuk membahas proyek PLTU Riau-1. Sofyan juga disebut mempercepat proses independent power producer (IPP) PLTU Riau-1.
 
Percepatan itu dimungkinkan agar menyelesaikan kesepakatan akhir PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI) dan BlackGold Natural Resources (BNR, Ltd), serta China Huadian Engineering Company Limited (CHECK, Ltd), perusahaan yang dibawa Kotjo. Kotjo akhirnya menerima jatah menggarap PLTU Riau-1.
 
Eni dan Idrus mendapat Rp4,7 miliar dari Kotjo. Uang yang diberikan secara bertahap itu digunakan untuk kepentingan musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar dan biaya kampanye pilkada suami Eni, Bupati Temanggung Al Khadziq.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif