Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto dalam Crosscheck Medcom.id. Minggu, 13 November 2022.
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto dalam Crosscheck Medcom.id. Minggu, 13 November 2022.

Soal Nyanyian Ismail Bolong, Kapolri Didesak Bentuk Satgas Tambang Ilegal

Theofilus Ifan Sucipto • 13 November 2022 14:34
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai harus bergerak cepat (gercep) menindaklanjuti nyanyian Ismail Bolong. Salah satunya, dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tambang Ilegal.
 
"Seharusnya demikian dan segera dilakukan karena terkait isu mafia tambang," kata pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Ngeri! Ada "Perang Bintang" di Polri?’ Minggu, 13 November 2022.
 
Bambang mengatakan isu tersebut sudah lama dan bukan baru mulai seminggu terakhir. Masalah mafia tambang juga terjadi di daerah lain, tidak hanya di Kalimantan Timur (Kaltim).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tidak dituntaskan, tidak menutup kemungkinan muncul laporan dari daerah-daerah dan semakin menggerus serta menghantam Polri," ujar dia.
 

Baca: KPK Dinilai Perlu Ikut Mengusut Nyanyian Ismail Bolong

Bambang yakin Listyo berani menghadirkan gebrakan dan membongkar masalah tersebut. Apalagi, dukungan dari masyarakat hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dikantongi.
 
"Tinggal Pak Listyo cepat memulihkan kepercayaan masyarakat," tutur dia.
 
Selain itu, Bambang mendorong Satgas Tambang Ilegal tidak hanya beranggotakan internal Polri. Melainkan menggandeng institusi lain agar penyidikan objektif.
 
"Kalau penyidik internal Polri dan Kabareskrim belum dinonaktifkan, siapa yang berani? Risiko penyidik sangat besar karena memikirkan karier ke depan dan risiko jabatan," ucap dia.
 
Sebelumnya, viral beredar pengakuan Aiptu Ismail Bolong terkait dugaan back up atau koordinasi pertambangan ilegal di Kaltim. Dalam video viral tersebut, Aiptu Ismail Bolong mengaku mengepul dan menjual batu bara ilegal tanpa izin usaha penambangan (IUP) di wilayah hukum Kalimantan Timur.
 
“Keuntungan yang saya peroleh dari pengepulan dan penjualan batu bara berkisar sekitar Rp5 sampai Rp10 miliar dengan setiap bulannya," kata Ismail Bolong dalam videonya.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif