Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo konpers penetapan tersangka Ferdy Sambo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo konpers penetapan tersangka Ferdy Sambo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penasihat Kapolri Sebut Fahmi Alamsyah 'Pemain' di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Siti Yona Hukmana • 11 Agustus 2022 20:32
Jakarta: Penasihat ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chaerul Huda membongkar peran Fahmi Alamsyah dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mantan Penasihat ahli Kapolri itu disebut pemain.
 
"Selama hampir 30 hari berdiskusi terkait hal tersebut (kasus penembakan) kita tidak tahu bahwa dia itu 'pemain'. Kurang lebih seperti itu," kata Chaerul saat dikonfirmasi, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Kata pemain itu disebut karena Fahmi Alamsyah berperan membuat draf pers rilis yang dirancang mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Kemudian, mengetahui insiden berdarah di rumah dinas Irjen Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pas malam kejadian, Jumat, 8 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di situ kemudian menurut para penasihat ahli Kapolri tindakan beliau tidak etis. Kita berdiskusi berhari-hari mengenai hal itu untuk memberikan masukan kepada Kapolri, dia sama sekali tidak memberikan informasi bahwa dia orang yang salah satu tahu sejak awal tentang peristiwa itu," ujar Chaerul.
 
Chaerul mengatakan dalam diskusi para penasihat ahli Kapolri, Fahmi Alamsyah selalu menyampaikan sejumlah informasi yang memperkuat cerita tentang kejadian tersebut. Seperti tergambar dari kronologis yang dirancang Ferdy Sambo.
 
"Bisa link berita maupun cuplikan analisis segala macam kan gitu," ucapnya.
 

Baca: Polri Benarkan Penasihat Ahli Kapolri Fahmi Alamsyah Mengundurkan Diri


Seharusnya, kata dia, Fahmi Alamsyah tidak perlu ikut diskusi dengan para penasihat ahli Kapolri karena telah mengetahui peristiwa sejak awal dan terlibat. Namun, Fahmi tetap ikut dengan pura-pura tidak tahu.
 
"Nah, kalau dia terlibat dari awal jangan dong ikut-ikut kita yang sedang berpikir keras bagaimana Kapolri menyikapi kasus tersebut dengan posisi kepentingan dia kan," kata Chaerul.
 
 

Namun, Chaerul belum memastikan Fahmi terlibat merekayasa peristiwa penembakan. Fahmi hanya memercayai cerita Ferdy Sambo yang pada umumnya orang-orang meragukan.
 
"Kan kita punya common sense (akal sehat). Misalkan Anda umur berapa? 20 tahunan? Anda mendengar cerita atau mendapatkan gambaran cerita seperti yang disampaikan itu masuk akal enggak? enggak kan? nah itu dia," kata Chaerul.
 
Dia tak menduga Fahmi memercayai begitu saja kronologi yang disampaikan Ferdy Sambo. Sebab, kata dia, Fahmi seorang senior dan penasihat ahli Kapolri bidang komunikasi publik.
 
"Coba bayangkan, mengenai komunikasi publik tentunya dia punya common sense dong. Boleh jadi Pak Sambo adalah sahabatnya, tetapi kan ada hal yang seharusnya dia melihat masuk akal enggak sih. Dia kan bukan tukang ketik apa yang disampaikan oleh Pak Sambo. Tapi dia kan punya common sense, punya akal pikiran, masuk akal atau tidak wajar atau tidak," ungkapnya.
 
Dia kecewa dengan Fahmi karena tidak jujur kepada para penasihat ahli Kapolri telah mengetahui peristiwa penembakan itu pada Jumat malam, 8 Agustus 2022. Para penasihat ahli Kapolri baru tahu setelah dimuat di salah satu media.
 
Fahmi Alamsyah melayangkan surat pengunduran diri sebagai penasihat ahli Kapolri pada Selasa sore, 9 Agustus 2022. Dia mundur setelah namanya terseret dalam kasus penembakan Brigadir J.
 
(JMS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif