Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Motif Penembakan Brigadir J, Kabareskrim Polri: Jangan Kepo!

Siti Yona Hukmana • 11 Agustus 2022 09:30
Jakarta: Polri menyiratkan telah mengantongi motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Namun, enggan membeberkannya kepada publik. 
 
"Jangan kepo (ingin tahu) lah ya," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Menurut dia, motif itu tidak pantas dibeberkan ke publik. Hanya sekadar konsumsi penyidik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan," ujar jenderal bintang tiga itu. 
 
Agus pun mempersilakan menggunakan narasi yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pada Selasa malam, 9 Agustus 2022. Mahfud menyebut motif itu mungkin hanya boleh didengar orang dewasa karena sensitif. 
 
"Kalau enggak, izin pakai saja narasi Pak Menko Polhukam ya," tutur mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) itu. 
 

Baca: Irjen Ferdy Sambo dan Istri Telah Diperiksa Polri pada 8 Agustus


Kematian Brigadir J akhirnya terkuak. Ajudan Irjen Ferdy Sambo itu ditembak Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE) atau E atas perintah pimpinannya sendiri, yakni Irjen Sambo. Mantan Kadiv Propam Polri itu membuat skenario seolah-olah baku tembak. 
 
Kini publik mempertanyakan motif pembunuhan Brigadir J. Narasi pelecehan seksual oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi, istri Sambo, yang dibangun saat awal pengungkapan kasus mulai diragukan. Meski begitu, polisi seperti emoh membeberkan ke publik, alih-alih sensitif. 
 
Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Keempatnya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri Candrawathi. 
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif