Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Polri Kumpulkan Bukti Hoaks Surat Suara

Nasional surat suara pemilu surat suara pilpres 2019
Ilham Pratama Putra • 04 Januari 2019 12:08
Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri mulai bergerak mengusut kasus informasi palsu soal tujuh kontainer surat suara tercoblos. Semua hal yang dapat digunakan untuk melacak pelaku dikumpulkan Korps Bhayangkara.
 
"Tim sudah bekerja dan sedang berada di beberapa tempat untuk mengumpulkan semua alat bukti yang ada," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Januari 2019.
 
Menurut dia, polisi juga sudah mengumpulkan keterangan mengenai perkara ini. Namun, dia enggan membuka siapa saja saksi yang sudah dikorek keterangannya. Iqbal hanya menegaskan pelaku akan diproses dengan tegas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu bukan saja sekedar hoaks, tapi itu fitnah, tidak benar sama sekali," tekan dia.
 
Dia menekankan penyebaran berita bohong sudah diatur di dalam undang-undang (UU). "Sekali lagi saya katakan kita akan proses hukum. Tentu saja pada saatnya Polri akan menyampaikan hasil penyelidikan ini kepada publik," pungkas Iqbal.
 
Rabu malam, 2 Januari 2019, publik dikejutkan dengan beredarnya informasi adanya tujuh kontainer dari Tiongkok berisikan surat suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Info itu ramai menyebar di media sosial dan aplikasi pesan singkat.
 
Baca: Penyebar Hoaks Surat Suara Terancam 10 Tahun Penjara
 
Politikus Demokrat Andi Arief ikut membahas isu ini dalam akun Twitternya. Dia meminta pihak terkait dapat memeriksa kabar tersebut. Dari pengecekan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan kabar itu tidak benar.
 
KPU dan Bawaslu melaporkan kasus informasi bohong ini ke Bareskrim. Hingga kini, pelaku penyebar informasi bohong yang membuat kegaduhan masyarakat dalam proses pemilu ini masih diselidiki.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif