Ilustrasi--Medcom.id
Ilustrasi--Medcom.id

Anak Buah Eddy Sindoro Mengaku Dimintai Uang Panitera

Nasional suap di ma
Damar Iradat • 07 Januari 2019 13:54
Jakarta: Pegawai PT Artha Pratama Anugrah Wresti Kristian Hesti mengaku sempat dua kali dimintai uang oleh mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution. Permintaan uang itu berkaitan dengan pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group.
 
Wresti yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Eddy Sindoro itu mengatakan, awalnya ia menemui Edy Nasution sekadar berkonsultasi masalah teknis terkait perkara PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Sebab, saat itu, PT MTP dinyatakan wanprestasi dan akan segera dilakukan aanmanning atau panggilan eksekusi.
 
Namun, menurut Wresti, saat itu, direksi PT MTP tengah berada di luar kota dan tidak bisa menghadiri aanmanning. Sehingga, kata dia, direksi PT MTP meminta agar aanmanning ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian saya datang ke Edy Nasution, saya tanya, ini direkturnya sedang di luar kota, harus bagaimana," kata Wresti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.
 
Menurut Wresti, saat itu pertemuannya benar-benar membahas masalah teknis. Bahkan, ia mengaku tidak menawarkan imbalalan apapun kepada Edy.
 
Namun, ia mengklaim, Edy saat itu meminta imbalan agar aanmanning ditunda. Sebab, nantinya, yang akan melakukan aanmanning adalah ketua pengadilan langsung. "Dia bilang, 'Yang mau anmaning itu kan ketua pengadilan, kasih lah Rp100 juta'" jelas Wresti menirukan percakapannya dengan Edy.
 
Wresti mengaku tak langsung memberikan respons atas permintaan Edy. Ia kemudian melaporkan hal tersebut ke Eddy Sindoro selaku atasannya dan direksi PT MTP.
 
"Saya enggak punya kewenangan untuk mengeluarkan uang. Lalu saya sampaikan hal itu kepada Pak Eddy Sindoro dan direksi MTP," jelasnya.
 
Setelah itu, menurut dia, Eddy Sindoro memberikan lampu hijau soal permintaan uang Edy Nasution. Wresti lantas meminta uang kepada salah satu direktur PT MTP, Heri Sugiarto.
 
Baca: Mantan Petinggi Lippo Didakwa Suap Panitera PN Jakpus
 
Wresti kemudian menginstruksikan Wawan Sulistyawan, seorang karyawan swasta untuk mengambil uang dari Heri. Wawan kemudian menyerahkan uang tersebut ke Doddy Aryanto Supeno untuk diserahkan ke Edy Nasution.
 
Dalam perkara ini, Eddy Sindoro selaku eks bos Lippo Group didakwa menyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution. Suap diduga diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani di PN Jakarta Pusat.
 
Perkara suap ini berawal dari putusan Singapore International Arbitration Centre (SIAC) yang menyatakan PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) wanprestasi dan mewajibkan PT MTP membayar ganti rugi terhadap PT Kwang Yang Motor (PT KYMCO) sebesar USD11,100.000.
 
Eddy disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif