Ilustrasi: Razia narkoba di lapas. Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Ilustrasi: Razia narkoba di lapas. Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Ketua DPR Desak Ditjen PAS Tingkatkan Kinerja

Nasional suap fasilitas lapas
06 Maret 2019 16:13
Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Kepala Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, untuk meningkatkan kinerjanya. Seruan ini menanggapi penyitaan puluhan ribu ekstasi di Jakarta.
 
Sebanyak 37.799 butir ekstasi disita Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dan Direktorat Jendral Bea dan Cukai. Ekstasi yang diselundupkan dari Jerman ini diduga dikendalikan oleh sindikat pengedar dan bandar Narkoba di Lapas Cipinang Jakarta.
 
Politisi Partai Golkar ini juga mendesak Ditjen Lapas untuk meningkatkan kinerja jajaran di bawahnya, terutama kepala lapas, untuk menindak tegas sipir dan warga binaan yang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi lapas yang carut marut selama ini diduga menjadi lahan subur praktik kolusi yang terjadi antara sipir dan warga binaan," kata Bamsoet melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Maret 2019.
 
Maraknya warga binaan yang menggunakan alat komunikasi di dalam lapas, kata dia, membuat bandar narkoba dengan mudah mengendalikan bisnisnya dari balik jeruji besi.
 
Baca: Dirjen PAS Diduga Terima Tas Mewah dari Kalapas Sukamiskin
 
Anggota komisi III DPR Muhammad Syafi'i berpandangan sama. Politisi Partai Gerindra ini mengatakan kolusi yang terjadi antarwarga binaan dengan sipir tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan kepala lapas.
 
"Kondisi lapas yang carut marut juga pasti diketahui oleh atasannya hingga ke tingkat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," kata Syafi'i.
 
Ia mewanti-wanti agar kasus suap tas mewah yang diduga dilakukan kepala lapas sukamiskin kepada Ditjen PAS Sri Puguh Budi Utami tak berulang.
 
Sebelumnya, Komisi Pemberantakan Korupsi (KPK) menerima pengembalian tas mewah dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan tas tersebut sudah dikembalikan selama proses penanganan perkara.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif