Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq. Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq. Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Bupati Temanggung Dicecar Aliran Suap PLTU Riau-I

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 02 Mei 2019 14:56
Jakarta: Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal aliran suap yang diterima istrinya, eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Fulus terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I itu diakui Eni untuk membiayai pengurusan Al Khadziq pada Pilkada Temanggung 2018.
 
"Hanya itu ya, sama dengan BAP yang lama," kata Al Khadziq usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Orang nomor satu di Temanggung itu menolak menjelaskan rinci soal aliran suap proyek PLTU Riau-I. Termasuk dugaan penggunaan uang haram untuk membiayainya bertarung di pilkada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah ya, terimakasih ya," ujarnya buru-buru meninggalkan wartawan.
 
Baca: Sofyan Basir Segera Diperiksa Sebagai Tersangka
 
KPK tengah mengembangkan suap PLTU Riau-I ke Al Khadziq. Nama Al Khadziq mencuat selama proses persidangan tiga terpidana sebelumnya yakni Eni, bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.
 
Dalam persidangan, Eni disebut menerima suap dari Johannes dan pemilik PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (PT BORN) Samin Tan untuk keperluan pembiyaan suaminya di Pilkada Temanggung.
 
Dari Samin Tan, Eni menerima suap dari sebanyak Rp5 miliar. Uang itu sebagai fee karena Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi oleh PT BORN.
 
Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni. Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar.
 
Sementara dari Johannes, Eni dan Idrus menerima Rp4,75 miliar. Uang itu diberikan Johannes karena Eni dan Idrus membantu perusahaan Blackgold Natural Recourses Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif