Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Jokowi Diharap Baca 'Rapor' Calon Kapolri dari KPK hingga Ditjen Pajak

Nasional polri polisi Calon Kapolri
Siti Yona Hukmana • 11 Januari 2021 15:30
Jakarta: Presiden Joko Widodo menerima lima nama calon kapolri dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Jokowi diminta memanfaatkan lembaga pengawas untuk melihat rekam jejak kelima calon tersebut.
 
"Seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. 
 
Menurut dia, Jokowi perlu menengok rapor para calon kapolri untuk mengetahui apakah ada aliran transaksi tidak wajar serta tingkat kepatuhan pembayaran pajak mereka. Pemantauan rekam jejak itu penting dilakukan sebelum nama calon kapolri dikirim ke DPR. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurnia juga mendorong Presiden membuka kanal komunikasi terkait lima nama kandidat itu. Kanal ini bisa digunakan masyarakat untuk memberikan masukan dalam mencari pimpinan Korps Bhayangkara terbaik. Satu nama nantinya dipilih untuk ikut uji kepatutan dan kelayakan di DPR. 
 
Baca: KontraS: Pergantian Kapolri Harus Menjadi Momen Perbaikan
 
"Nantinya masukan masyarakat tersebut dapat dijadikan salah satu pertimbangan bagi Presiden. Hal ini penting agar proses seleksi calon kapolri dapat ditempuh secara transparan, akuntabel, dan partisipatif," ujar Kurnia. 
 
Selain itu, Jokowi diharap memasukkan variabel kepatuhan penyampaian laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) sebagai syarat menjadi kapolri. Calon kapolri tidak boleh hanya patuh, tetapi harus benar-benar jujur saat menuliskan harta kekayaan tersebut. 
 
"Sebab ICW meyakini kepatuhan, kebenaran, dan kejujuran saat pelaporan LHKPN menjadi indikator utama untuk melihat integritas dari setiap kandidat pejabat publik, terlebih kapolri," ungkap Kurnia. 
 
Di samping itu, Kepala Negara diminta memberikan kesempatan bagi lima kandidat untuk memaparkan agenda reformasi kepolisian kepada publik. Masyarakat harus bisa melihat sejauh mana kompetensi para kandidat tersebut. 
 
Lima calon pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis sudah ada di kantong Presiden. Kompolnas merekomendasikan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Gatot Edy Pramono; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafly Amar; Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo; Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Arief Sulistyanto; dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif