Adik Bupati Muna LM Rusdianto Emba (LMRE) ditahan KPK terkait korupsi dana PEN. Medcom.id/Theo
Adik Bupati Muna LM Rusdianto Emba (LMRE) ditahan KPK terkait korupsi dana PEN. Medcom.id/Theo

Muluskan Proyek di Koltim, Adik Bupati Muna Cawe-cawe Urus Dana PEN

Theofilus Ifan Sucipto • 27 Juni 2022 16:55
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan wirawasta LM Rusdianto Emba (LMRE) memiliki banyak koneksi dari pejabat tingkat daerah hingga pusat. Koneksi itu disalahgunakan sehingga dirinya terjerat dugaan kasus suap pengembangan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) Kolaka Timur 2021.
 
Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan Bupati nonaktif Kabupaten Kolaka Timur Andi Merya Nur (AMN) mendekati Rusdianto. Komunikasi itu untuk meminta Rusdianto membantu mengurus pengajuan dana PEN Kolaka Timur sebesar Rp350 miliar.
 
"Diduga ada kesepakatan bila dana Rp350 miliar cair, LMRE mendapat beberapa proyek pekerjaan di Kolaka Timur dengan nilai puluhan miliar," kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 27 Juni 2022

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lantas, Rusdianto bekerja sama dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Muna Sukarman Loke (SL). Sukarman turut dikenal memiliki banyak relasi salah satunya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
"Dalam suatu pertemuan di Kendari, LMRE dan SL menyampaikan pada AMN agar pengusulan dana berjalan sesuai rencana, diperlukan sejumlah uang untuk diberi ke salah satu pejabat di Kemendagri," tutur Karyoto.
 

Baca: Adik Bupati Muna Ditahan KPK Terkait Korupsi Dana PEN


Pejabat Kemendagri yang dimaksud ialah mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Mochamad Ardian Noervianto (MAN). Ardian berwenang memuluskan mufakat busuk tersebut.
 
"MAN meminta sejumlah uang pada AMN dengan nilai sekitar Rp2 miliar dan disetujui AMN," ujar Karyoto.
 
Karyoto menuturkan yang menjembatani antara Rusdianto dengan Ardian adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muna Laode M Syukur Akbar (LMSA). Syukur berperan menginformasikan agenda pertemuan antara Ardian dengan Andi.
 
Karyoto menyebut Andi memercayakan urusan tersebut kepada Rusdianto dan Sukarman. Andi mentransfer uang itu melalui transfer rekening bank dan tunai.
 
"Karena turut memperlancar proses usulan dana PEN, AMN melalui LMRE diduga memberikan uang sejumlah sekitar Rp750 juta pada SL dan LMSA," tutur dia.
 
Atas perbuatannya, Rusdianto sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Sukarman yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif