Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Terungkap, Ini Asal Kotoran Manusia yang Digunakan Irjen Napoleon Lumuri Muhammad Kece

Nasional media sosial polri Penganiayaan Penegakan Hukum rutan ujaran kebencian Penodaan Agama
Sri Yanti Nainggolan • 20 September 2021 10:14
Jakarta: Terungkap dari mana asal kotoran manusia yang digunakan terdakwa kasus suap penghapusan red notice terpidana Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte (NB), untuk melumuri tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece
 
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan bahwa kotoran tersebut telah disiapkan Napoleon dan disimpan di kamar selnya. Seorang saksi mengaku mendapat perintah untuk mengambil kotoran tersebut.
 
"Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri," kata Andi saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Minggu malam, 19 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andi mengungkapkan Napoleon melakukan tindakan itu pada hari yang sama dengan penganiayaan terhadap Muhammad Kece di sel isolasi. "Iya, sambil memukul juga melumuri kotoran manusia," tutur Brigjen Andi.
 
Terungkap, Ini Asal Kotoran Manusia yang Digunakan Irjen Napoleon Lumuri Muhammad Kece
Youtuber Muhammad Kece. SS Youtube
 
Napoleon menjadi terlapor dalam perkara penganiayaan yang dilaporkan Muhammad Kece ke Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021. Perkara penganiayaan ini telah ditindaklanjuti Bareskrim Polri dan sudah tahap penyidikan.

Tanggapan dari pihak Napoleon

Napoleon bersuara melalui surat terbuka.
 
"Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua. Namun, saat ini saya tidak dapat melakukannya," tulis Napoleon dalam surat terbuka, Minggu, 19 September 2021.
 
Napoleon menyampaikan beberapa poin terkait kasus penganiayaan Muhammad Kece. Pertama, dia mengaku dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin.
 
"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah SWT, Al-Qur'an, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," jelas dia.
 
Baca: Kasus Penganiayaan Irjen Napoleon Diselisik Lewat 7 Saksi
 
Perbuatan Muhammad Kece, kata dia, membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Dia menyayangkan pemerintah belum menghapus semua konten Muhammad Kece di media sosial. Dia mengaku siap mempertanggungjawabkan aksinya terhadap Muhammad Kece.
 
"Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT dan hidup rukun sebagaimana yang diteladani oleh para pendiri bangsa kita," ungkap terdakwa yang divonis empat tahun penjara di kasus suap penghapusan red notice terpidana Djoko Tjandra itu.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif