Penyidik KPK saat pengeledahan. Foto: MI/Panca Syurkani
Penyidik KPK saat pengeledahan. Foto: MI/Panca Syurkani

56 Pegawai KPK Tidak Diplot Jadi Penyidik Dittipidkor Polri

Siti Yona Hukmana • 29 September 2021 09:37
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin menarik 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Namun, mereka dipastikan tidak menjadi penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor).
 
"Kalau mendasari Undang-Undang Kepolisian (UU Nomor 2 Tahun 2002) sih enggak (bisa) ya karena penyidik, penyidik pembantu, maupun penyelidik itu anggota Polri, bukan ASN Polri," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Rabu, 29 September 2021. 
 
Menurut dia, Polri tengah berdiskusi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ketiga lembaga fokus mengenai mekanisme dan proses pemindahan 56 pegawai KPK ke Korps Bhayangkara. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mahfud MD Sebut Kontroversi 56 Pegawai KPK Bisa Diakhiri
 
"Ikuti saja prosesnya," ujar Agus. 
 
Keinginan penarikan 56 pegawai KPK itu disampaikan Listyo melalui surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat, 24 September 2021. Kepala Negara menyetujui permintaan Tribrata (TB) 1 itu. 
 
Tujuan Listyo menarik 56 pegawai KPK untuk memenuhi kebutuhan organisasi Polri terkait pengembangan tugas-tugas di Bareskrim Polri, khususnya Dittipidkor. Rekam jejak dan pengalaman mereka dalam menangani kasus korupsi diyakini bermanfaat memperkuat organisasi Polri.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif