Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

200 Simpatisan Rizieq Ditangkap di PN Jaktim

Nasional FPI Pengadilan hoax Rizieq Shihab Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 24 Juni 2021 10:53
Jakarta: Ratusan simpatisan terdakwa kasus pemberitahuan bohong terkait tes swab di Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor, Jawa Barat, Muhammad Rizieq Shihab, ditangkap di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim). Mereka dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur.
 
"Iya betul mengamankan 200 orang lebih simpatisan HRS (Rizieq) di PN Jaktim," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria Darma saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021.
 
Satria mengatakan simpatisan Rizieq itu ditangkap karena membuat rusuh. Mereka juga kedapatan membawa pisau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita dapati ada yang membawa sajam (senjata tajam)," ungkap Satria.
 
Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Timur. Polisi akan mendalami motif membawa senjata tajam itu.
 
Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu menjalani sidang vonis kasus pemberitahuan bohong terkait tes swab pada hari ini. Dia didakwa melakukan pemberitahuan bohong usai menyatakan kondisinya sehat. Padahal, dia terkonfirmasi covid-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq enam tahun penjara. Tuntutan itu mengacu Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Beleid itu mengatur tentang pemberitahuan bohong, hukuman maksimalnya bisa mencapai 10 tahun.
 
"Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama enam tahun penjara", kata anggota JPU di PN Jaktim, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Baca: Rizieq Shihab Akan Menghadapi Vonis Hakim
 
Rizieq juga dituntut dakwaan lain. Di antaranya Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Menerbitkan Keonaran, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Pria kelahiran Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat itu, juga didakwa melanggar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Terakhir, Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif