Novanto Pamit Sebelum Dieksekusi ke LP Sukamiskin
Terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto. Foto: Antara/Adam Bariq.
Jakarta: Setya Novanto berpamitan sebelum dieksekusi ke LP Sukamiskin di Bandung, Jawa Barat. Novanto akan banyak belajar dan berdoa menghabisi masa tahanannya selama 15 tahun.
 
"Pertama-pertama saya berterima kasih pada wartawan dan saya sekarang mohon pamit. Saya dari kos-kosan menuju ke pesantren," kata Novanto, di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.
 
Novanto merasa dizalimi atas perkara korupsi KTP elektronik yang menjeratnya. "Saya mohon untuk dibuktikan dan biarlah saya sendiri dizalimi. Mudah-mudahan mereka yang menzalimi dimaafkan dan akan dibalas oleh Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Sekali lagi saya mohon maaf, saya mohon pamit," ucap mantan ketua DPR itu.
 
Sebelumnya, KPK dasn Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi terhadap Novanto dalam perkara korupsi KTP elektronik.

Baca: KPK Jebloskan Novanto ke Lapas Sukamiskin

Novanto divonis 15 tahun penjara dan Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan ditambah pembayaran uang pengganti USD 7,3 juta (sekitar Rp65,7 miliar dengan kurs Rp9.000 per dolar AS saat itu) dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan Novanto.






(FZN)