Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

4 Saksi dari Perusahaan Minyak Goreng Diperiksa Terkait Korupsi Ekspor CPO

Nasional Kasus Suap kasus korupsi minyak goreng Kejaksaan Agung Korupsi Minyak Goreng
Antara • 22 April 2022 03:36
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 4 orang saksi dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor cruide palm oil (CPO), Kamis, 21 April 2022. Praktik ini diduga mengakibatkan kelangkaan minyak goreng.
 
Keempat saksi berasal dari pihak swasta perusahaan pengelola dan pemasaran minyak goreng, yakni PT Karya Indah Alam Sejahtera dan PT Batara Elok Semesta Terpadu. Tiga di antaranya merupakan direktur dan managing director serta staf dari PT Karya Indah Alam Sejahtera. 
 
Masing-masing berinisial A selaku staf ekspor, SN selaku managing director, dan YH selaku direktur. Kemudian, satu saksi lainnya berinisial JTW selaku Direktur PT Batara Elok Semesta Terpadu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keempat saksi diperiksa terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 21 April 2022.
 
Baca: Hitung Kerugian Korupsi Minyak Goreng, Kejagung Gandeng Ahli Ekonomi
 
Ia mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara korupsi minyak goreng.
 
Sebelumnya, jaksa penyidik memeriksa Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, berinisial FA pada Rabu, 20 April 2022. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi ekspor CPO.
 
FA diperiksa bersama dua orang saksi lainnya dari pihak swasta. Mereka, berinisial AAA selaku Sales Manager PT Incasi Raya, dan BR selaku Supplay Chain Manager PT Synergy Oil Nusantara.
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengumumkan empat tersangka perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor cruide palm oil (CPO) dan turunannya yang terjadi pada kurun waktu Januari 2021 hingga Maret 2022. Salah satu tersangka yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana. 
 
Tiga tersangka lainnya, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.
 
Keempat tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kemudian, Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a b e dan f Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan di Dalam Negeri.
 
Lalu, ketentuan Bab 2 huruf a angka 1 huruf b jo Bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02 DAGLU per 1 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan dan Pengaturan Ekspor CPO.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif