Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan)/Istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan)/Istimewa

Kapolri Minta Prokes hingga Karantina PPLN Diperketat

Antara • 15 Januari 2022 22:29
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta protokol kesehatan (prokes) dan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) diperketat. Hal tersebut dikatakan Listyo saat meninjau Pelabuhan Benoa, Bali.
 
"Jadi dari proses masuknya kita ingin mengetahui bagaimana proses pemeriksaan khususnya terkait dengan masalah prokes. Karena memang kita harus betul-betul ketat dalam pengawasan titik-titik yang digunakan untuk pintu masuk PPLN," kata Listyo melalui keterangan tertulis, Sabtu, 15 Januari 2022.
 
Pengetatan tersebut untuk mengadang varian Omicron dari luar. Dia menginstruksikan hal itu kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baru saja kita melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui bagaimana alur, masuknya ABK. Dan juga ada beberapa wisatawan yang menggunakan Yacht yang masuk lewat Pelabuhan Benoa," kata Listyo.
 
Dia menginstruksikan petugas melakukan tes swab antigen ke anak buah kapal (ABK) dan wisatawan asing di atas kapal sebelum dilanjutkan ke proses karantina. Demi memperkuat pengawasan, Listyo juga mengimbau para PPLN mengunduh aplikasi Aplikasi Monitoring Karantina Presisi. 
 
Baca: Cegah Omicron, IDI Minta Pemerintah Batasi Mobilitas Warga
 
Pada proses selanjutnya, para PPLN juga akan dilakukan Swab RT-PCR dan pemeriksaan kesehatan di ruang khusus yang disiapkan. Setelah itu, para PPLN akan di bawa ke Rumah Sakit (RS) rujukan ataupun tempat karantina yang telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 
 
"Kemudian tadi ada beberapa penyesuaian kita minta untuk pada saat sebelum turun kemudian mengunduh aplikasi Karantina Monitoring Presisi. Demikian juga bagi wisatawan ataupun ABK yang sudah laksanakan swab PCR. Selanjutnya dibawa ke tempat karantina yang sudah dipersiapkan oleh Bapak Gubernur," ujar mantan Kapolda Banten itu.
 
Dari tinjauan langsung, Listyo mengakui proses penegakan prokes hingga karantina sudah berjalan dengan baik. Walaupun, kata Listyo, tetap harus ada penyesuaian dan penyempurnaan. 
 
"Saya kira beberapa hal itu yang tentunya kedepan akan terus kita perbaiki dan kita sempurnakan," ucap eks Kabareskrim Polri tersebut. 
 
Menurut Listyo, perkembangan varian Omicron di Indonesia saat ini didominasi oleh penyebaran imported case yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Sehingga, dia pentingnya penegakan prokes dan karantina di Pelabuhan Benoa, yang notabene menjadi salah satu pintu masuk Indonesia. 
 
"Karena itu kita juga menjaga yang melalui Pelabuhan Benoa juga dalam kondisi melalui standar operasional prosedur yang sama. Terkait dengan proses prokes sebelum masuk ke karantina," tutur Sigit.
 
Sigit menyebut, dengan diterapkannya aplikasi Monitoring Karantina Presisi di Pelabuhan Benoa, maka pengawasan PPLN yang melakukan karantina akan semakin kuat. Lantaran, lanjut Sigit, hal itu bisa mencegah adanya potensi PPLN yang tidak menjalani karantina. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif